Adanya Bumi Perkemahan Diyakini Bakal Menjadi Perkembangan Ekonomi.

215
Ket foto : Lokasi yang rencananya akan dijadikan Bumi Perkemaha oleh Pemkab Garut di Kecamatan Tarogong Kaler.

GARUT, (KF).- ADANYA Rencana pembangunan Bumi Perkemahan (Buper) oleh Pemkab Garut Di Desa Pesawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut Jawa barat ternyata tidak hanya menjadi persoalan yang saat ini menjadi kasus hukum.

Namun ditengah permasalahan bumi perkemahan yang saat ini tengah menjadi persoalan itu, banyak pula warga yang mengharapkan keberadaan Bumi Perkemahan ( Buper ) segera selesai dan bisa dinikmati keberadaannya oleh masyarakat.

Seperti halnya yang disampaikan, Hada (65 Tahun) warga Kampung Babakan Jambe, Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler mengatakan, keberadaan Buper nantinya bisa menjadi pintu masuk bagi perkembangan ekonomi daerahnya.

“Tentunya dengan adanya bumi perkemahan serta fasilitas penunjang lainnya dapat memberikan peluang usaha bagi warga di sekitar tak terkecuali warga desa Pasawahan, dengan demikian masyarakat dapat mengembangkan perekonomian dan pendapatan tambahan”, ujar Hada.

Hal yang sama pula disampaikan Enok (43 tahun) warga Kampung pesantren Kelurahan pananjung Kecamatan Tarogong Kaler mengaku tidak keberatan adanya Bumi Perkemahan diwilayah Desa Pesawahan tersebut. Bahkan dari awal adanya rencana pembangunan dirinya tidak merasa keberatan pasalnya dengan adanya Buper nantinya bisa menjadi peluang usaha tambahan bagi masyarakat diwilayah itu.

“Dari awal Saya beserta warga mendukung penuh program Pemkab Garut yang akan berencana membangun Pusat Edukasi Kepramukaan di Desanya, sebagai seorang istri tentunya ini peluang bagus untuk mendapat uang tambahan di luar pemberian dari suami dengan membuka usaha berdagang seperti saat ini sudah dijalani sejak ada pekerjaan pembangunan tahap awal Buper oleh Pemkab Garut Tahun 2017,” kata Enok saat ditemui wartawan. Sabtu (02/03/2019) Siang dalam kesempatan investigasi.

Sementara, H. Agus Salah seorang tokoh masyarakat di Desa Pananjung, saat ditemui di kediamannya mengatakan masyarakat yang berada diwilayah Desa Pasawahan ataupun Desa Pananjung sangat tidak merasa keberatan dengan rencana pembangunan Bumi Perkemahan di Kampung Citiis.

Terkait adanya permasalahan pembangunan Bumi Perkemahan yang menjadikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut Drs.Kuswendi sebagai tersangka, pihaknya sebagai warga masyarakat mengaku tidak memahami dasar hukum kasus yang saat ini tengah masuk dalam persidangan.

“Mangga we emutan kang, Tanah milik Pemkab Garut, dibangun ku Pemkab, nu ngaluarkeun izin sareng Amdal Pemkab, ku naon bisa jadi masalah hukum pidana?, matak teu ka emutan ku abdi mah.(silahkan anda pikirkan, Tanah Milik Pemkab Garut, dibangun oleh Pemkab, yang mengeluarkan izin dan Amdal Pemkab Garut kenapa ini bisa jadi kasus hukum pidana ?, jadi nga kepikir oleh saya sebagai rakyat kecil”, jelas H.Agus

Seperti diberitakan sebelumnya, Keberadaan Bumi Perkemahan ( Buper ) yang berada di Desa Pesawahan Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut kini tengah menjadi kasus hukum dengan terdakwa kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Drs.Kuswendi dengan sangkaan melanggar pasal 109 nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (Tim)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN