Ade Kaca. SE, Dukung Belajar Tatap Muka Asalkan Kedepankan Prokes Covid-19

140

Koran-Fakta.com, (KF).- Menanggapi rencana pembelajaran tatap muka bisa dimulai Januari 2021, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ade Kaca, SE dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, dirinya mendukung kebijakan pemerintah terkait sekolah secara tatap muka bagi daerah yang dinyatakan zona hijau dan zona kuning dibuka kembali kendati pandemi Covid-19 masih belum mereda.

” terkait akan dibukanya sekolah secara tatap langsung di Kabupaten Garut, saya selaku DPRD Jawa Barat di komisi V mendorong agar sekolah secara tatap muka langsung itu segera dibuka, persoalannya lebih banyak madaratnya ketimbang manfaatnya,” hal tersebut dikatakan Ade Kaca usai menerima kunjungan ketua DPW PAN Jawa Barat ke Kabupaten Garut, Ahad (22/11/2020)

Dikatakan Ade, Saya sependapat, Apa yang menjadi gagas, pemikiran ataupun kebijakan daripada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mempersilakan untuk diawali belajar tetap muka secara langsung di bulan Januari. Namun lanjut Ade dengan catatan tetap harus melebih mengedepankan protokol kesehatan yang mengatur tentang belajar mengajar secara langsung itu lebih diprioritaskan.

” sekolah-sekolah itu harus mempersiapkan segala sarana prasarana penunjang prokol kesehatan, seperti Masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh dan jarak tempat belajar antar murid,” ungkapnya

Oleh karena itu, kata Ade, dalam hal ini Pemkab Garut harus sudah siap, dan merespon apa yang menjadi perintah daripada menteri pendidikan. karena kalau tidak ada kepastian, kasian juga. akan dibawa kemana anak didik kita, sudah hampir setahun tidak ada kepastian. Belajar virtual itu tidak lebih baik ketimbang belajar secara langsung tatap muka.

Lebih jauh ia menyampaikan, terkait awal pembelajaran, harus adanya mekanisme yang mengatur seperti harus adanya pembatasan jam belajar, karena saat ini tidak bisa sekaligus dengan kondisi baru dan situasi baru, dan saya meyakini akan menjadi persoalan baru lagi.

” Saya menyarakan untuk pembelajaran tahap awal itu dari lepel paling bawah (TK, SD). Karena secara fisikologis akan berdampak, béda  dengan yang dewasa (SMP, SMA SMK) mereka tau mana yang harus dilaksakan berkaitan dengan protokol kesehatan covid-19. kalau anak kecil itu akan merepotkan guru dan orang tua juga. Maka dari itu perlu ada pengawasan secara komprehensif yang dilakukan dinas pendidikan,” tuturnya (J Gunawan)

Editor: Indra R