Akibat Banjir dan Longsor Di Garut Selatan Jalan di 4 Wilayah Rusak

193

Banjir di wilayah Garut Selatan pada Rabu 9 Nov 2016
Banjir di wilayah Garut Selatan pada Rabu 9 Nov 2016
KF.- Dampak dari Bencana banjir bandang dan longsoran tanah yang terjadi di 4 Kecamatan, diwilayah Garut selatan pada Rabu(9/11). mengakibatkan sejumlah akses jalan Kabupaten maupun Desa rusak sehingga akses jalan atau jalur kendaraan lumpuh.

Kepala Bidang teknik (Bintek) pada Dinas Bina Marga Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, menyebutkan, berdasarkan informasi yang didapat dari pihaknya yang turun ke lapangan, daerah terdampak bencana yang mengakibatkan rusaknya akses jalan warga yakni Kecamatan Banjarwangi, Bungbulang, Mekarmukti, Caringin.

Terdapat 2 titik tanah menimbun badan jalan di Kecamatan Banjarwangi, longsor  namun pada kamis (10/11) dini hari, dengan menggunakan alat berat membersihkan material longorsan. jalan tersebut baru bisa kembali normal pada

Selain di kecamatan Banjarwangi di Kecamatan Bungbulang, di daerah Cisarua terdapat jembatan yang terputus, sehingga sementara ini untuk akses jalan warga pihaknya membuatkan jembatan darurat yang terbuat dari batang Bambu, pondasi kronjong, sangkan ada terlebih dahulu akses jalan bagi warga setempat.  

“Ada juga di Kilometer 4 Sampai dengan 100, itu gorong-gorong yang setengah badan yang terbawa arus, menyebabkan terputusnya arus lalu lintas, roda empat tidak bisa masuk. Disana kita juga akan membuat jalan darurat juga,” kata Jujun saat ditemui Radar Garut di ruang kerjanya, kemarin.

Masih di jalur daerah Bungbulang-Cisarua, ada sekitar 15 titik longsoran yang menimbun badan jalan. Pada kemarin sore, dengan alat berat yang diterjunkan, masih dalam proses pembersihan material longsoran, diperkirakan hari ini sudah bisa normal kembali.

Titik jalan rusak terdampak banjir bandang lainnya yakni, jalan desa Mekarbakti, dimana terdapat jalan putus hampir 15 meter lebih dengan kedalaman sekitar 7 meter. 

“Untuk penanganan di jalan desa ini mekarbakti belum bisa ditentukan kapan, karena gambaran secara umum belum dapat, tapi yang pasti itu akan dilakukan kalau tidak pada masa tanggap darurat mungkin ke pasca darurat. Apakah nanti ada jalan alternatif atau tidak, tergantung masukan dari camat,” Katanya Saat ditemui Wartawan, Kamis (10/11/2016) diruang kerjanya

Sedangkan di Mekarbakti perbatasan dengan desa Cihike terdapat jembatan rusak akibat banjir bandang, terkait penanganannya menurut Jujun itu akan dilakukan perbaikan pasca tanggap darurat.

“Ada pun di daerah di Cijayana Kilometer 5 sampai 200 kecamatan Mekarmukti, jalan amblas sekitar 40 meter panjangnya , 30 sampai 50 cm  lebarnya hampir setengah badan jalan, itu juga akan dilakukan penanganan darurat, minimal roda 4 bisa lewat dulu,” Ujarnya.

kepala Bina Teknik(BINTEK) Jujun Juansah
kepala Bina Teknik(BINTEK) Jujum Juansah

Lanjut Jujun, untuk tanggap darurat akan dilakukan secepatnya dengan prioritas akses jalan rusak bisa segera dilalui kendati dengan penanganan sementara dan seadanya. Dan pihaknya juga belum memastikan  kerugian akibat bencana banjir bandang disertai longsor tersebut, kendati begitu melihat jumlah kerusakan yang terjadi dipastikan akan membutuhkan dana besar hingga Milyaran Rupiah untuk normalisasi akses jalan yang rusak tersebut. Paparnya.(Indra R)

BAGIKAN