Aksi Teatrikal Peduli Rohingya Ala SMKN 1 Garut

125
Ket Foto: Saat Pelaksanaan aksi di halaman SMK 1 Garut

GARUT, (KF).- Aksi protes terhadap penguasa defacto Aung San Suuky dan junta militer Myanmar atas pembantaian warga Rohingya terus disuarakan, baik di tanah air, maupun di luar negeri. Berbagai cara pun dilakukan untuk menarik perhatian dunia. Di SMKN 1 Garut misalnya, aksi teatrikal yang mewarnai protes terhadap pembantaian yang terjadi di Rohingya, dikemas sedemikian rupa, untuk menggambarkan kejadian sesungguhnya. Pasukan militer yang diperankan staf pengajar dan elemen sekolah lainnya dilengkapi uniform militer dan senjata mainan. Sedangkan warga Rohingya yang diperankan staf pengajar dan elemen lainnya, dilengkapi pakaian sipil dan peralatan rumah tangga. Sedangkan bertindak selaku narator, adalah Kepala Sekolah, Drs.H. Dadang Johar Arifin, M.M. Hal ini menarik perhatian ribuan siswa sekolah yang berlokasi di Jalan Cimanuk Garut itu.

” Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga Rohingya yang teraniaya, yang mengarah kepada tindakan genoside. Dalam pembukaan UNdang Undang Dasar ’45 itu disebutkan bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa. Jadi negara kita mengakui hal itu. Lalu kemana PBB, OKI juga diam, UNHCR yang menangani masalah pengungsi juga diam, kenapa?” kata Dadang, usai aksi, Jum’at (08/09).

Selain itu, Dadang juga mempertanyakan hadiah nobel perdamaian yang diberikan kepada Aung San Suuky, yang jelas jelas membiarkan warga Rohingya dibantai dan diusir militer, serta warganya sendiri. Dikatakannya pula, aksi yang dilakukan di lingkungan sekolahnya itu, selain bentuk kepedulian terhadap warga rohingya, juga mendidik para siswa untuk memiliki rasa peduli terhadap sesama bangsa.” Aksi ini untuk mendidik para siswa agar memiliki kepedulian, dan tahu bahwa penganiayaan, serta penindasan dalam berbagai bentuknya itu, tidak dibenarkan,” ujarnya.

Aksi kejam dan tindakan biadab warga sipil Myanmar digambarkan dalam aksi tetrikal, sesuai fakta yang ada, seperti yang tersiar di berbagai media. (Jay).

BAGIKAN