Alat Rekam e-KTP Terbatas, Operator Kecamatan Kewalahan Layani Warga

189

KF – Dengan adanya surat keputusan dari Mendagri, terkait batas akhir perekaman Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) pada 30 September 2016, membuat warga Kabupaten Garut terus berbondong- bondong mendatangi Kantor Kecamatan setempat untuk melakukan rekam e- KTP.

Dari pantuan Koran Fakta dilapangan, terlihat diluar Kantor Kecamatan Pangatikan sudah hampir sepekan ini puluhan warga mengantri untuk menunggu panggilan dari operator e-KTP. Dalam rekam e-KTP sendiri operator Kecamatan Pangatikan terlihat kewalahan melayani masyarakat , karena untuk alat rekam yang berada di Kecamatan tersebut sangat terbatas yakni hanya ada satu unit “Alat rekam yang ada di Kecamatan kami sangat terbatas, sehingga kami untuk melayani warga sangat kewalahan ” kata Camat Pangatikan Tatang SE. Senin (26/9/16).

Ia juga memaparkan untuk kecamatan pangatikan sendiri saat ini melayani warga untuk rekam e- KTP bukan hanya warga kecamatan pangatikan, melainkan ada juga warga dari kecamatan lain, yakni kecamatan Sukawening, dan Kecamatan Wanaraja ” Hampir setiap hari kerja operator kewalahan melayani masyarakat untuk rekam e- KTP, sehingga kami pun mebatasi untuk perharinya sampai dengan 100 saja ” ucapnya

Ditambahkan Tatang, untuk fasilitas alat e- KTP yang berada di Kecamatan Pangatikan terbatas hanya ada satu unit alat rekam, sementara pihak kecamatan terutama operator rekam e- KTP kewalahan, karena harus melayani warga dari tiga kecamatan ” Untuk warga Kecamatan Sukawening dan Kecamatan Wanaraja rekam e- KTP nya di kecamatan kami, karena alat rekam dari dua kecamatan tersebut rusak sehingga tidak bisa pergunakan “ujarnya.

Ia juga mengatakan, warga yang mendaptar dari 3 kecamatan itu perharinya mencapai 100 orang lebih, namun pihaknya hanya membatasi perhari hanya 100 orang saja, karena selain alat rekam hanya ada satu unit pihaknya pun juga harus melayani warga dari kecamatan lain ” Kami mengharapkan agar program rekam e- KTP ini, pihak Diskucapil selalu memantau, dan terpenting di tambah alat rekamnya, agar warga terlayani tanpa harus mengatri lama ” harapnya. (beni)

BAGIKAN