Anak Pertama Hj.Cucu Muspika Ini Kembali mengikuti Kejuaraan Taekwondo se-Jawa Barat ITN OPEN III di Kelas Prestasi.

84
Ket foto : Muhammad Firgil Afgani Putra pertama dari dua bersaudara dari pasangan H.Amal Suargana.S.Pd dan Hj.Cucu Muspika, S.Pdi foto bersama master Suryana saat mengikuti Kejuaraan Taekwondo se-Jawa Barat ITN OPEN III di Kelas Prestasi. (Foto Istimewa)

GARUT, (KF).- Sebanyak 1620 peserta mengikuti Kejuaraan Taekwondo se-Jawa Barat ITN OPEN III, yang dilaksanakan di GOR Pajajaran, Kota Bandung 22 – 24 Februari 2019. yang berasal dari unit-unit Taekwondo se Jawa Barat, salah satunya unit latihan KNPI Garut.

Muhammad Firgil Afgani Putra pertama dari dua bersaudara dari pasangan H.Amal Suargana.S.Pd dan Hj.Cucu Muspika, S.Pdi,. siswa Kelas VI asal SDIT AL-Bayyinah, dari unit latihan KNPI Garut, berhasil memboyong medali Perunggu di kelas Prestasi. pada kejuaraan tingkat Jawa Barat, setelah menyingkirkan pesaing pesaingnya di kejuaraan Ikatan Taekwondo Nasional (ITN) Open III , Kejuaraan antar unit se-Jawa Barat.

Hj.Cucu orangtua dari Muhammad Firgil saat ditemui mengucapkan puji syukur atas keberhasilan dan beberapa prestasi yang telah diraih M. Firgil selama ini.

” Alhamdulillah kami sebagai orang tua sangat bersyukur sekali atas prestasi yang di dapat oleh anak kami, tak lupa kami ucapkan Terima kasih kepada segenap para pelatih taekwondo KNPI Garut yang telah membina dan melatih anak saya, juga kepada segenap bapa dan ibu guru Yayasan SDIT Albayinah yang telah mmberikan partisifasi baik moril maupun motifasi kepada anak saya muhamad firghil afghani, sehingga bisa berkembang dalam keberaniannya masuk ke ajang kelas prestasi,”ucapnya pada Koran-Fakta.com, Senin (25/02).Pagi.

Sambungnya, dulu anak saya (Firgil-red) ikut di kelas pemuala dan sekarang bisa ikut di Kelas yang lebih tinggi di Kelas Prestasi.

“Alhamdulillah dulu waktu di kelas pemula, bisa meraih dua medali Emas dan dua medali Perak. dan sekarang bisa meraih medali Perunggu,” ujarnya

Ini suatu kebanggan bagi kami selaku orangtua, tetap bersyukur dan tetap bangga, karna ini adalah menunjukan bahwa perkembangan kemandirian dan keberanian anak saya ada kemajuan.

Lebih jauh menjelaskan, Dalam hal menyalurkan bakat dan minat anak bukan lagi sebagai kemestian di keberhasilan yang maksimal. Karena orangtua hanya sebagai fasilitator dan motifator yang kuat buat mengembangkan minat dan bakat anak itu sendiri, sehingga anak dapat terarah ke hal hal yg positif dan menumbuhkan kedewasaan agar anak dapat memecahkan masalah sendiri.

“Bagi saya sebagai orangtua dalam menumbuh kembangkan anak itu bukan hanya materilnya saja dan rohaninya saja tapi harus juga didukung dengan kebutuhan Fisik yang kuat,” tuturnya.

Lanjutnya, Insyalloh kalau 3 hal ini sudah tertanam maka akan menjadi muslim yang kuat, lebih semangat lagi dan lebih extra lagi mengemban amanah khususnya bagi saya sebagai org tua, karan anak adalah amanah dan anugrah terbasar yang di berikan kepada kita dari Allah SWT. Pungkasnya. (J.Gunawan)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN