Anggaran 7 M Untuk Rehab Lenyap, Fraksi PPP Kritik Kinerja Disdik.

118
Ket foto: Ketua Komisi D DPRD Garut dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Asep De Maman

Wartawan : Beni

GARUT, (KF). – Ketua Komisi D DPRD Garut dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Asep De Maman mempertanyakan anggaran 7 Miliar yang diperuntukan untuk bangunan Sekolah Dasar (SD) Regol yang berada di Jalan Ranggalawe Kecamatan Garut Kota” Kami dari pihak DPRD sudah menyetujui anggaran tersebut, dan ketika ditanyakan kepihak Dinas Pendidikan katanya hilang begitu saja ” kata Asep De Maman pada wartawan. Selasa (17/10/17)

Masih dikatakan Asep, anggaran 7 Miliar itu rencananya akan di keluarkan dari dan APBD Kabupaten Garut, karena dikabarkan, jika sekolah SD Ranggalawe akan menjadi bangunan amazing Garut yang akan dibangun secara bertingkat dan nantinya juga menjadi program full day scool ( FDS), namun hingga sekarang program yang direncanakan oleh pemerintah itu sudah tidak ada karena anggaranya hilang

“Sehubungan sekolah di Garut baik SD maupun SMP menolak program FDS maka anggaran yang nilainya Rp 7 Miliar itu akan dialihkan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak,” ujarnya

Asep juga menambahkan untuk anggaran yang nilainya 7 M, awalnya mau diperuntukan untuk program FDS baik SMP maupun SD, karena program tersebut ditolak, maka anggaranya akan dialihkan untuk perbaikan bangunan sekolah yang rusak, yang bisa lebih bermangfaat ” Kita hitung anggaran 7 Miliar kan besar, maka akan bisa lebih bermangfaat untuk merehab bangunan sekolah yang rusak sebanyak 100 bangunan, cuman sekarang anggaranya sudah hilang tidak tahu kema emana”ucapnya

Sementara Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Dede Sutisna enggan memberikan komentar atau keterangan terkait hilangnya anggaran tersebut.

Ia menyarankan untuk menanyakanya masalah itu secara langsung ke Bappeda.

“Lebih baik tanyakan langsung ke Bappeda, kalau saya tidak mau berkomentar,” katanya.

Ditempat terpisah, Kabid SD, Ade Manadin, memang anggaran ini sudah disetujui pihak DPRD, namun anggaran itu tidak jadi digunakan untuk membangun dan merehab sekolah karena terkena efesiensi APBD Garut.

“Saya lagi di luar coba tanyakan saja ke bagian perencanaan,” kata Ade Manadin melalui ponselnya.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan menjelaskan, pembangunan SD Regol itu batal, begitu juga dengan rehab bangunan sekolah lainnya pun batal.

Karena, APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Garut defisit anggaran.

Pihaknya mengiginkan pendirian boarding school, seperti Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah yang ada di Jalan Ciledug kawasan Cimaragas, yang akan dikunjungi Presiden RI Joko Widodo, Selasa (17/10/2017) kemarin.

“Sudah ada konfirmasi dari Pa Presiden dan tampaknya tertarik karena di Garut ada boarding school Darul Arqom. Nah pemda juga tertarik untuk mendirikan boarding seperti itu ” ujarnya.

Editor : Indra R

BAGIKAN