Apih ; Budaya Sawer Meski Dipertahankan Jangan Sampai Terkikis Budaya Modern

301

GARUT,(KF).- Budaya Sawer Panganten ternyata masih dipergunakan dalam setiap acara perkawinan di tatar sunda, hal ini mencerminkan bahwa budaya nyawer masih dipertahankan sampai saat ini, seperti yang tercermin pada perayaan pernikahan Tedi Rochendi dan Ai “Uneh” Shanti yang berlangsung di kediaman keluarga Ai di Kampung Cangkuang, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (3/3).

Setelah melakukan prosesi akad nikah yang dilaksanakan oleh Petugas Pencatat Nikah (P2N) Kecamatan Garut Kota, selanjutnya acara dilanjutkan dengan prosesi sawer panganten, terdapat beberapa hal yang menarik untuk disimak bahwasannya sawer panganten merupakan tradisi masyarakat sunda yang tersebar di berbagai daerah di tatar Sunda, kemungkinan adanya varian dengan kultur masyarakat tertentu menjadi hal yang menarik untuk ditelaah, mengingat bahwa
tradisi sawer mulai ditinggalkan
seiring dengan masuknya budaya
modern.

Lebih luas lagi sebagai bentuk pelestarian dengan mempertahankan tradisi sawer panganten akan menjadi pembelajaran yang berharga bagi generasi yang akan datang.

Apih (45)salah seorang pemerhati Budaya dan seni tradisional di Garut,saat menghadiri prosesi Pernikahan Tedi Rochendi dan Ai menyampaikan,” mudah mudahan dengan masih adanya budaya sawer ini bisa dipertahankan, jangan sampai salah satu tradisi sunda ini habis terkikis dengan maju nya jaman,”paparnya.

Tak lupa Ia pun mengucapkan pada kedua mempelai,” selamat menempuh hidup baru, mudah mudahan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah,”ucapnya.

Penulis : Joenhendi
Editor. : Van’s