APKI Mendesak Pemerintah Agar Memberikan HGP IPAL

80
Ket Foto : Kondisi IPAL yang dibangun pemerintah Pusat di salah satu industri di wilayah Sukaregang. (Foto oleh: Indra R)

Koran-Fakta.com (KF).- Warga di tiga kelurahan diwilayah Kecamatan Garut Kota khususnya di RW 18 Kelurahan Kotawetan yang teraliri limbah kulit B3 kembali berunjuk rasa dan menyampaikan aspirasinya terhadap Pemerintah dan pengusaha untuk segera menutup sungai yang sudah terkontaminasi oleh limbah cair dari industri kulit Sukaregang.

Menyikapi hal itu Wakil.Ketua APKI Garut Sukandar menyatakan tuntutan warga ditiga kelurahan tersebut harus segera disikapi oleh pemerintah dan pengusaha terkait penangan limbah yang hingga saat ini tidak ada titik temu.

Pemerintah harus segera melakukan revitalisasi terhadap ketiga fasilitas ipal yang telah dibangun oleh pemerintah yang hingga saat ini tidak difungsikan, selain itu para pengusaha yang tergabung di APKI juga mendesak pemerintah untuk memberikan hak guna pakai IPAL tersebut agar bisa dikelola oleh pihak investor atau pengusaha yang biyaya operasionalnya akan dibebankan kepada masing masing pengusaha penyamakan kulit yang memafaatkan fasilitas IPAL teraebut.

Sambung Sukandar, pihaknya akan mengkaji sejumlah tuntutan warga di tiga kelurahan yang tercemar oleh aliran sungai terkontaminasi limbah beracun B3, Dimana warga menuntut terkait penutupan sungai agar tidak menimbulkan bau, dan meminta jaminan kesehatan.

“ Upaya yang akan dilakukan pengusaha kulit yang difasilitasi APKI selain memberikan konvensasi berupa uang setiap tiga bulan sekali, pihak APKI juga akan segera melakukan pengerukan terhadap sungai yang terairi limbah,” tuturnya (Indra R)

Editor : Wan

BAGIKAN