Armada Bus Dari Berbagai Jurusan Ke Kota Garut Mengalami Keterlambatan

215

Dari pantauan"KF" sejumlah Armada dan penumpang Diterminal Guntur Garut Jawabarat Nampak sepi
Dari pantauan”KF” sejumlah Armada dan penumpang Diterminal Guntur Garut Jawabarat Nampak sepi
KF.-Banjir yang melanda kota Bandung mengakibatkan arus lalu lintas baik dari arah Garut juga sebaliknya mengalami keterlambatan, seperti banjir diruas jalan Ranca ekek sangat terasa sekali dampaknya terhadap aktivitas angkutan Bus yang biasa beroperasi di terminal Guntur kabupaten Garut, Jawa Barat. Akibat terjebak banjir sejumlah armada bus dari berbagai jurusan ke kota Garut mengalami keterlambatan hingga Delapan Jam. Terpaksa para pengemudi harus menunggu hingga berJam-jam.

Dari pantauan “koran-fakta.Com” dilapangan terminal bus Guntur biasanya ramai kini nampak terlihat sepi. hal itu terjadi akibat dampak dari banjir yang menggenangi ruas jalan penghubung Garut -Bandung di wilayah Ranca Ekek.

Wahyu (45) Salah seorang sopir Bus Jurusan Bandung-Garut
Mengatakan, biasanya jam 23:00 dirinya sudah tiba di terminal Guntur, namun tadi saya sampai ke terminal ini kira-kira pukul 07:00.”iya macet kan ada banjir di ruas jalan Ranca ekek, samasekali tidak bisa jalan lumpuh total, ditambah penumpang sepi. ya otomatis rugi, dan perusahaan rugi karna tidak bisa setor saya juga ga dapat uang makan sekarang mah memilih istirahat dulu daripada berangkat lagi takut kejebak macet meninding beres-beres mobil atau servis,” Katanya Saat ditemui Wartawan, Selasa(1/11/2016) Siang.

Ditempat terpisah, Kepala UPTD Terminal Guntur Garut, Sopyan Hidayat mengatakan. Dampak banjir yang menggenangi ruas jalan penghubung Bandung-Garut Mengakibatkan terjadinya penurunan aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang hingga 30% dari biasanya. “Seperi kita ketahui bersama bahwa pada pelayanan transportasi umum khususnya di terminal guntur memang sejak kemaren mengalami hambatan, karna terjadinya banjir di ranca ekek.” Ujarnya.

Lanjut ia Terminal Guntur sejak hari kemarin mengalami penurunan, “tingkat operasional sekitar 20 sampai 30 persen dari biasanya seratus 70 kendaraan yang melayani penumpang sekarang hanya sekitar 120 sampai 130 kendaraan yang beroperasi dan itu pun tidak ber operasi secara maksimal, Paparnya

Lebih jauh dikatakan, dalam satu hari biasanya tercatat 160 Armada Kendaraan angkutan umum yang diberangkatkan menuju sejumlah tujuan, namun sejak dua hari terakhir hanya 120 Armada Kendaraan yang diberangkatkan, Pungkasnya.(dra R)

 

BAGIKAN