Askab PSSI Garut Gelar Kursus Wasit lisensi C2 dan C3

43
Ket foto : Saat berlangsung acara (foto istimewa)

GARUT, (KF).- Kabupaten Garut sebagai salah satu daerah gudangnya bibit pesepakbola di Jawa Barat. Namun untuk urusan wasit termasuk daerah yang kekurangan. Karenanya Askab PSSI mengadakan kursus wasit yang diikuti 70 peserta dari Tanggal 08-April 2019. Peserta terjauh datang dari Padang Sumatra Barat, Jember, Malang, dan daerah lainnya.

Wakil Ketua Askab PSSI Kabupaten Garut, Dadan Suhanda mengungkapkan, di Kabupaten Garut sangat kekurangan wasit sepakbola. Saat ini jumlah wasit yang ada kurang dari 50 orang dan yang aktif hanya sekitar 25 orang.

” Di Garut ini sangat kurang, yang ada sekarang ini kurang dari 50. Sedangkan kebutuhan wasit sekitar 150 orang. Makanya saat Liga Desa yang lalu terpaksa banyak pertandingan yang dipimpin oleh wasit cadangan ,” ungkap Dadan pada acara penutupan Kursus Wasit Lisensi C2 dan C3 di Hotel Agusta Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat (12 April 2019).

Menurut Dadan yang juga Ketua Panitia kursus wasit tersebut, mengatakan, kebutuhan wasit di Garut ini cukup mendesak, karena rencananya selepas Lebaran Iedul Fitri, atau Bulan Juni mendatang akan digelar Liga Garut, yang banyak memerlukan wasit.” Selepas lebaran nanti, akan digelar Liga Garut, yang pesertanya itu voter Askab sebanya 61 tim. Kebayang jumlah pertandingan sepanjang tahun berapa ratus pertandingan. Ini memerlukan wasit yang cukup banyak,” tuturnya.

Sayangnya lanjut Anggota TNI ini, peserta kursus dari Garut hanya 25 orang.” Sengaja kursus wasit ini kami selenggarakan di Garut, dengan maksud agar peserta dari Garut bisa banyak yang ikut, dan ada perwakilan dari tiap kecamatan. Sayangnya mereka terbentur oleh biaya. Dari 25 peserta dari Garut ini, beberapa diantaranya terpaksa saya biayai dengan uang saya sendiri. Sebab minta bantuan ke Pemkab Garut pun katanya tidak ada anggaran,” paparnya.

Ditambahkannya, kursus wasit di Garut ini cukup istimewa, karena peserta diberikan materi caracter building, agar memiliki integritas tinggi sebagai pengadil di tengah lapangan.” Di Garut ini luar biasa, beda dengan penyelenggaraan wasit di daerah lain. Kami sengaja memberikan materi caracter building, supaya mereka punya itegritas. Jangan sampai ada kasus mafia wasit lagi,” ujarnya.

Adapun peserta kursus wasit ini berlatar belakang profesi yang berbeda, mulai yang berprofesi sebagai guru, petani, buruh dan lain-lain. ” Ada juga peserta wanita, tiga orang dari Garut dan tiga dari luar Garut,” jelasnya.

Sedangkan pemateri terdiri dari mantan wasit yang memiliki lisensi FiFA diantaranya, Haji Mulyana sobandi, Amir Budi, dan Ayu Daud. Garut sendiri bari memiliki satu orang wasit berlisensi C1 Nasional, yakni Feri Permana yang berkiprah di Liga 1 Indonesia. (Jay)

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN