ASN Inspektorat Kota Tasik Jadi Tersangka Dugaan Kasus Penganiayaan

38

Jurnalis : Tono Efendi

Kota Tasikmalaya, (KF)- Senin (4/12) lalu, Penyidik Polres Tasikmalaya Kota menetapkan Sandra Santika, ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bekerja sebagai Auditor Pengawas Pemerintahan Madya di Inspektorat Kota Tasikmalaya, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan rekan sekantornya.

Penyidikpun sudah menyampaikan Surat penetapan tersangka tersebut  ke Kejaksaan Negeri Tasikmalaya.

Dalam surat yang ditandatangani Kasatreskrim, Bimo Moernanda SIK MH itu disebutkan, Sandra diduga melakukan tindak pidana enganiayaan sebagaimana yang ditur dalam pasal 351 KUHPidana yang terjadi pada Selasa 14 November 2017 sekira jam 09:00 WIB di ruang Irban III (korban red) Kantor Inspektorat Kota Tasikmalaya, Jl. Perintis Kemerdekaan KM 6, Kel. Kersamenak, Kec. Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Seperti yang diberitakan koran-fakta.com, beberapa waktu lalu, Selasa (14/11/2017), Sandra dan Farhan terlibat perseteruan yang berujung pada dugaan penganiayaan. Akibat dugaan yang berbuntut pada pelaporan polisi itu, Farhan sampai harus terkapar beberapa hari di RSJK dengan luka memar memanjang di sikut kiri, bibir atas dalam robek dan beberapa gigi atasnya mau copot.

Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Inspektur Inspektorat Kota Tasikmalaya, Yono S Karso, membenarkan kalau dari informasi yang ia dapat melalui kuasa hukun Farhan Ghani, status Sandra kini statusnya sudah menjadi tersangka.

Editor: Van’s
 

BAGIKAN