Atelit Santri Garut Boyong 11 Medali Di POSPENAS

318
H Surya Mulyana M Ag Kasi PD Pontren Kemenag Kab Garut

KF,- Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren tingkat Nasional (Pospenas) VII Provinsi Banten, pada tanggal( 22-28/10/2016) telah berakhir. Provinsi Banten berhasil menjadi juara umum dengan meraih 42 medali, terdiri dari 19 medali emas, 9 medali perak, dan 14 medali perunggu. Sedangkan Kontingen Jawa Barat (Jabar) menjadi terbaik kedua dengan total medali yang sama, yaitu 42 medali, dengan komposisi berbeda. meraih 13 medali emas, 18 medali perak, dan 11medali perunggu. Pada urutan ketiga, kontingen provinsi Jawa Timur yaitu 32 medali, terdiri 11 medali emas, 11 medali perak, dan 10 medali perunggu.

Saat ditemui diruang kerjanya Kasi PD PONTREN Kemenag Kab Garut, Surya Mulyana M Ag mengungkapkan, pada kegiatan POSPENAS kemarin di Banten. Provinsi Jabar berada di urutan kedua dengan memboyong 42 medali, Santri Garut bisa menyumbang 11medali untuk provinsi Jabar.

Namun begitu, Surya mengaku, puas atas prestasi yang diraih para santri atlit asal Garut tersebut, yang telah bisa menyumbang sebanyak 11 medali di pospenas kemarin dengan perolehan 3 medali emas, 3 perak dan 5 perunggu.
“Allhamdulilah Santri Garut dipospenas kemarin bisa menyumbangkan 11 medali diantaranya dari cabor tenis meja meraih 1 medali emas,2 medali perak, 2 medali perunggu dan Atletik meraih 2 medali emas, 3 medali perunggu sedangkan di cabor Bola basket meraih 1 medali perak,”ungkapnya.

Lebih lanjut Surya menuturkan, “kalau dilihat dari potensi, santri Kab Garut lebih besar potensinya dari daerah lain. Sebanyak 600 pontren yang ada di kab Garut, pasti akan lebih banyak bibit-bibit atlit santri berprestasi tinggal bagaimana pembinaannya dan nanti siap berlaga di Pospenas, tiga tahun kedepan yang rencananya digelar di Provinsi Aceh 2019, “jelasnya.

Surya berharap, dengan potensi yang ada sekarang, pemerintahan lebih bisa meningkatkan akan adanya sarana dan prasarana, serta mengadakan ajang Pospenas tingkat wilayah, sebelum Pospenas tingkat kabupaten dan tingkat Provinsi.

“Untuk teknisnya Atelit santri ada di kami kemenag sedangkan untuk sarana dan prasarana ada di Dispora, selain itu untuk pembinaan pun ada di dispora, karena dikami tidak mempunyai pelatih yang bersertipikat, dan berharap adanya ajang Pospenas tingkat wilayah” pungkasnya.(J Gunawan)

BAGIKAN