Atmosfer Oriental Warna Merah Serta Atraksi Barongsai dan Liong Ramaikan Perayaan Cap Go Meh

104
Ket Foto : Saat Atraksi Barongsai dan Liong di Aula Vihara Dharma Loka Garut, Jln. Guntur, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut.

Koran-Fakta.Com (KF).- Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama. Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Barongsai dan Liong tak bisa dilepaskan dalam perayaan Cap Go Meh, termasuk tahun 2020 ini. Selain itu atmosfer oriental dari warna merah khas Imlek cukup kental dirasakan.

Salah satu komunitas yang memainkan atraksi Barongsai dan Liong, yang cukup memukau penonton dalam perayaan Cap Go Meh, yang dipusatkan di Aula Vihara Dharma Loka Garut, Jln. Guntur, Kecamatan Garut kota, kabupaten Garut Jawabarat yakni Komunitas Sancang.

Ket poto: Ketua pelaksana Wendy dan Ketua Komunitas Sancang (Barongsai & Liong) Rexy Yudistya

Saat ditemui, Ketua pelaksana Wendi mengungkapkan momentum Cap Go Meh ini dilakukan untuk meningkatkan persaudaraan serta melestarikan budaya, sehingga bisa dikenal dimasyarakat luas.

“Sesuai dengan makna Ngamumule Budaya Sangkan Raket, Saiket, Ngakar, Nyebar tur Motekar Dina Raraga Bararaga Mieling Cap Go Meh 2571/2020,” Katanya

Lanjut disampaikan Wendi. Untuk mempererat persaudaraan itu tidak hanya ditahun baru atau tahun-tahun politik, namun dari seni budaya juga bisa.

“Nah karena kita tidak berpolitik makanya kita meningkatkan budaya lokal Indonesia dan Tionghoa, dan berharap Cap Go Meh ditahun ini dapat menjadi pemersatu dan mempererat bangsa ini,” ucapnya

Ket poto: komunitas Sancang Garut

Ditempat yang sama, Ketua komunitas sancang Rexy Yudistya mengatakan setiap tahun pihaknya selalu merayakan kegiatan rutin seperti saat ini.

“Ini kan rutin setiap tahun kita lakukan, kalau misalkan kita tidak mengadakan di kota kita sendiri, kita ikut berpartisipasi ke kota lain,” ujar Rexy pria berperawakan kekar saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan.

Sambung ia,Komunitas Sancang saat ini beranggotakan 30 orang terdiri dari barongsai, liong dan pemain musik. Sambung ia pihaknya berharap Cap Go Meh Tahun 2020 ini, mudah mudahan setiap tahunnya bisa lebih berkembang dan serta bertambah anggota yang lebih banyak.

Ket Foto: Penampilan Barongsai dari Komunitas Sancang Saat mengelilingi jalan diwilayah Perkotaan Garut.

“Kita di sini tidak hanya minoritas saja, tapi siapa saja yang dikabupaten Garut yang mau berpartisipasi jadi anggota komunitas kita terima,” terang Rexy (J.Gunawan )

Editor : Indra R

BAGIKAN