Awalnya Coba-coba, Kerajinan Eno Menusantara

189
Ket foto: Eno saat memperlihatkan pernak pernik hasil karyanya

GARUT, (KF).- Berawal dari iseng-iseng membuat pernak-pernik memanfaatkan kain bekas seadanya, kini kerajinan tangan Retno Novita. S mulai digandrungi banyak peminat. Produk aksesoris perempuan seperti halnya bros, gantungan dan tempat penyimpanan jarum pentul yang dibuat Teh Eno (sapaannya), sudah beredar ke berbagai daerah hingga ke luar pulau Jawa.

Awalnya Eno hanya melayani pesanan dari keluarga dan kerabat dekatnya, seiring berjalannya waktu produknya mulai banyak peminat sehingga dalam proses produksi dirinya harus merekrut pegawai untuk membantunya memenuhi kebutuhan pasar, terlebih ia pun saat ini masih aktif bekerja di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Garut.

“Alhamdulillah, dengan ini kita juga bisa berdayakan tetangga termasuk sempat diantaranya pengungsi korban banjir bandang Cimanuk putus sekolah juga membantu, dan sekarang mulai kembali sekolah jadi dengan para ibu-ibu yang ada di sekitar tempat produksi,” kata Ibu satu anak itu. Saat ditemui wartawan, Minggu (8/10) Siang.

Dengan mengandalkan media sosial Facebook dan Instagram, aksesori dengan brand @eno_brooch yang digarapnya baru berdiri selama satu tahun itu semakin kebanjiran order dari pelanggan yang ada di Garut, Bandung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi bahkan hingga luar pulau jawa seperti daerah Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pernak-pernik dibuat Eno dengan konsep unik, menarik sederhana nan elegan. Mulai dengan budget Rp 2 ribu hingga Rp 25 ribu, pelanggan bisa memiliki aksesoris unik hasil buatan tangan.

Sebagai bahan baku bros, gantungan dan tempat penyimpanan jarum pentul, dirinya menggunakan bahan dari kain diamond crepe, bubble, katun, sifon, mutiara sintetis, mutiara, cangkang, dan dracon.

Tidak hanya melihat aspek bisnis, Eno berharap produk bisa menjadi bagian dari trend mode aksesoris perempuan kedepan. Bahkan apabila masih diberikan kesempatan berkarya, suatu saat produknya saat ini dan inovasi lainnya bisa menjadi bagian dari ikon Garut.

“Untuk menjadi bagian mode bahkan ikon Garut, tentu kita akan mencoba terus berkreasi menciptakan produk sekreatif mungkin. Mudah-mudahan cita-cita itu terwujud kelak, dengan bisa menembus pasar Internasional,” pungkas Teh Eno. (Indra R)

BAGIKAN