Bagian Kesra Salurkan 144.949 Buku Magrib Mengaji Ke Disdik dan Kemenag Kota Tasik

158

Jurnalis : Tono Efendi

Kota Tasikmalaya, (KF)- Pemkot Tasikmalaya melalui Bagian Kesra bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, kini mulai mempersiapkan dalam penyebaran buku pedoman Kegiatan Magrib Mengaji.

Menurut Kabag Kesra Kota Tasikmalaya, Drs.H.Nasihin menjelaskan, buku pedoman kegiatan Magrib Mengaji ini, di cetak sesuai kebutuhan sekolah sekolah yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya, melalui Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.

Jumlah buku yang di cetak, menurutnya sebanyak 144.949 eksemplar, dimana masing masing buku setebal 72 halaman. “Dari jumlah tadi untuk Kementerian Agama di drop 26.702 eksemplar, sementara untuk Dinas Pendidikan sebanyak 118.247 eksemplar,” terang Nasihin kepada koran-fakta.com, Rabu (24/1/2018) siang tadi diruang kerjanya.

Menurutnya, target sasaran buku ini diperuntukan siswa siswi dari mulai SD,SMP,SMA dan sederajat untuk lingkungan Disdik, sementara untuk lingkungan Kementerian Agama diperuntukan bagi murid MI, Tsanawiyah dan Aliyah sederajat. Buku ini sebagai buku pengendalian bagi murid dalam melaksanakan. Kegiatan Magribh Mengaji, seperti halnya buku kegiatan Romadhon, dan buku ini tidak dijual alias gratis bagi murid, katanya.

Program Walikota Tasikmalaya itu, diharapkan agar murid murid sekolah dapat melakukan kegiatan Mengaji setelah sholat Magrib, dan hal ini merupakan salah satu upaya dalam mencegah kemungkaran dan lebih melakukan kebaikan.”Kegiatan Magrib Mengaji ini, nantinya anak anak dapat dipantau melalui buku tersebut, setelah tadarusan buku ini setiap harinya akan ditandatangani oleh Ustadz dan orang tua dan diketahui oleh para Kepala Sekolah,” ucap Nasihin.

Lebih lanjut dia menerangkan, buku kegiatan Magribh Mengaji ini, tentunya masih perlu ada perbaikan dan disempurnakan, tentunya kami berharap masukan dan saran dari masyarakat. Apalagi hal ini sudah masuk dalam RPJMD, tentunya kedepan masih perlu penyempurnaan, sehingga masukan dari para orang tua dan masyarakat sangat diperlukan, katanya.

Saat ditanya anggaran dan nilai proyek buku pengadaan ini, Nasihin terlihat enggan menyebutkan nilai proyek dan menyebutkan perusahaan rekanan yang mengerjakan buku tersebut. “Pengerjaan buku ini bersumber dari APBD murni Kota Tasikmalaya, prosesnya lelang sesuai prosedur dan nilai proyek serta perusahaan yang mengerjakan, saya lupa lagi,” kilahnya.

Editor: J Wan

BAGIKAN