Bangunan fisik RSUD Dr.Slamet Garut Terbalik !

68
Ket foto: Wakil Bupati Garut, Dr.Helmi Budiman saat ditemui wartawan usai menghadiri pelantikan PPNI di RSUD.Dr Slamet Garut

Wartawan : Indra R

GARUT, (KF).-Memahami kebutuhan dan keinginan Pasien hal penting yang mempengaruhi kepuasan pasien. Karena Pasien yang puas merupakan aset yang sangat berharga. Pasien yang meras puas dengan pelayanannya rumah sakit ataupun dengan ruangan (bangunan fisik-red), mereka akan terus melakukan pemakaian terhadap jasa pilihannya, akan tetapi jika pasien merasa tidak puas mereka akan memberitahukan dua kali lebih hebat kepada orang lain tentang pengalaman buruknya.

Maka dari itu Demi menciptakan kepuasan pasien RSUD dr Slamet Garut terus melakukan pembenahan, baik dalam segi pelayanan ataupun dalam bentuk ruangan (Bangunan fisik).

Bangunan fisik rumah sakit sangat berpengaruh terhadap pelayanan terutama dalam kenyamanan Pasien ataupun pengunjung, dan Alhamdulillah kalau melihat bangunan fisik RSUD Dr.Slamet saat ini kalau kita lihat secara kasat mata ( lebih baik-red). Berdasarkan hitung-hitungan di bagian rumah sakit kita Alhamdulillah.

” Kalau dulu 20 persen bangunan yang layak, sekarang terbalik 80 Persen lebih bermartabat, walupun ada 20 persen lagi yang perlu diperbaiki mudah-mudahan ditahun 2018/2019 bisa selesai.” Ungkap Wakil Bupati Garut, Dr.Helmi Budiman, usai menghadiri Pelantikan PPNI di Aula RSUD dr Slamet Garut.Selasa(28/11/2017) Siang

Lanjut dikatakan, untuk tahun ini RSUD Dr.slamet Garut, lebih difokuskan kepada pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) ” makanya tadi saya hadir di pelantikan PPNI, karena kita pun mempunyai visi yang sama bahwa rumah sakit ini harus ada percepatan pada perbaikan, karena di 2016-2017-2018 target kita bagaimana agar ada perubahan yang lebih signifikan dari kwalitas sumber daya manusia yang ada di rumah sakit umum Dr.Slamet ini,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, pihaknya sangat mengapresiasi karena dalam perbaikan SDM tersebut ternyata RSUD ini tidak banyak mengeluarkan biaya besar sebagai mana dalam perencanaan.

“Kan dalam perencanaan itu perlu dana 7 Miliar, ternyata atas kesadaran semua pihak saya ucapkan terimakasih, baik kesadaran perawat, dokter profesi yang lainnya yang ada di rumah sakit semua sadar ikut pelatihan-pelatihan atau pembinaan dan itu juga dilakukan kalau lihat dari foto dilakukan nya diaula tidak di hotel. Dan itulah kebersamaan yang kita inginkan, karena tanpa kebersamaan seluruh unsur karyawan rumah sakit itu tidak akan ada perbaikan, dan kebersamaan itu juga sebagai percepatan bagaimana kita melakukan perbaikan SDM di rumah sakit ini,” paparnya.

Editor : Van’s

BAGIKAN