Banyaknya Warga Garut Yang Hingga Kini Belum Kembali Pulang, Membuat Bupati Garut Membentuk Tim Posko Di Bandara.

67

GARUT, (KF).- SEBANYAK Dua puluh Dua Orang warga kabupaten Garut yang selamat dari gempa dan tsunami Palu yang dijemput mayoritas perempuan dan anak-anak.

Penjemputan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna Beserta Aparat TNI dari Kodim 0611/Garut di Bandara Halim Perdana Kusuma. Pada Rabu (3/10) petang.

Rasa haru diselimuti Isak tangis pun pecah saat keluarga bertemu para korban bencana tersebut.

Sementara pada Kamis (4/10/2018) pagi, kembali korban selamat bencana gempa dijemput pulang. Sebanyak Sebelas Warga kecamatan Sukaresmi dan kecamatan Pamulihan yang giliran dijemput. Dan kali ini mereka dijemput oleh Pemerintah Derah kabupaten Garut, dan sebelas orang tersebut semua kaum laki-laki.

Sebelum di pulangkan ke rumahnya masing-masing, para korban di istirahatkan dihalaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, bahkan merekapun menjalani pemeriksaan.

Poto : para pengungsi asal Garut

Bupati Garut, H. Rudy Gunawan pun langsung menemui para korban yang sebagian besar sudah mengalami kelelahan bahkan kelaparan. Setelah tiga hari terlantar di lokasi bencana.

Banyaknya Warga Garut yang hingga kini belum kembali pulang, membuat bupati Garut membentuk Tim Posko Penjemputan di bandara Halim Perdana Kusuma.

“Sekarang kita liat via temennya dimana saja, terus ada tim yang lakukan pencarian dimana berada, kita buat posko dihalim, saya siapkan mobil disana. Posko itu nantinya akan melakukan pendataan warga Garut yang masih berada di Palu atau Makasar yang kemudian di jemput untuk diantar pulang,” ujar Bupati Garut.

Menurut Bupati, kini tersisa lebih dari lima puluh orang yang masih berada di Bandara Makasar untuk menunggu giliran, bahkan Bupati Garut memastikan tidak ada Warga Garut di Palu yang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu juga sudah tidak ada lagi warga yang masih berada di Palu atau Donggala

Sementara itu. Para korban mengaku bersyukur karena telah selamat dan dijemput, bahkan diakui mereka ingin segera bertemu dengan anggota keluarganya.Seperti yang diungkapkan Baban, salah seorang Korban yang selamat, dalam peristiwa gempa dan tsunami tersebut.

” Alhamdulillah saya bisa selamat dan kembali ke Garut, lanjut Baban. Dibandara itu semuanya disana, mau masuknya susah harus antrian, bahkan ada yang sampai 4 hari dan saya 3 hari disana,” Katanya.

Laporan : Indra R

Editor : J.Gunawan