Bawaslu Garut, Panggil Kades Cimareme Kec.Banyuresmi

146

GARUT, (KF). – Setelah beberapa lalu Videonya ramai viral di Media sosial, Kepala Desa (Kades) Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, pembuat video ajakan untuk memilih salah satu calon presiden akhirnya penuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut.

“Kami sudah memanggil Kades Cimareme sebagai terlapor dan Sekdesnya sebagai saksi,” kata Komisioner Bidang Penindakan Bawaslu Garut, Asep Nurjaman, Jum’at (01/03/2019).

Asep Nurjaman mengatakan, hasil keterangan Jajang kemudian akan menjadi bahan pertimbangan Sentra Gakumdu pada pembahasan kedua.

” Gakumdu itu terdiri dari tiga yaitu Bawaslu, Polri dan Kejaksaan, lanjutnya Jika terbukti, Kades bisa dikenakan sanksi pidana Pemilu. Pasal Larangan Pasal 282 dan Pasal Sanksi pasal 290 dengan kurungan penjaran satu tahun dan denda Rp 12 juta, paparnya.

Terpisah, Kepala Desa Cimaereme, Jajang Haerudin, saat ditemui di kantor Bawaslu Kabupaten Garut, mengaku pembuatan video tersebut dilakukan secara spontan, dan yang membuatnya pun ialah Sekdes.

“Mulanya hanya untuk daerah sendiri. Yang buat videonya pun bukan saya, tapi pak Sekdes,” ujar Jajang.

Jajang mengatakan, dirinya tak tahu siapa orang yang menyebarkan video itu. Namun ia membenarkan bahwa orang yang ada di dalam video adalah dirinya. “Isinya seolah-olah saya mendukung salah satu calon. Yang viralkan video saya juga enggak tahu,” terangnya.

Ia mengaku tak tahu bahwa ada aturan pelarangan Kades mendukung salah satu calon di Pemilu. Pasalnya, ia mengira dirinya bukan PNS, sehingga mengira bahwa kalau Kades diperbolehkan mendukung salah satu calon presiden dan wakil presiden. (J Gunawan/*)

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN