BAZNAS Garut Bakal Bekerja Sama Dengan Dinas Pendidikan Untuk Memaksimalkan Pengumpulan Zakat.

142

GARUT, (KF).- Setiap Instansi atau lembaga resmi tentunya melakukan laporan pekerjaan pertahunnya untuk target pencapaian. Seperti yang dilakukan Lembaga resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut. Untuk akhir tahun 2018 zakat infak dan sodaqoh (ZIS) sampai awal Desember kemarin mencapai Rp. 4,9 milyar.

“Target tahun ini Rp. 5,2 milyar, insya Alloh tercapai, karena tinggal Rp. 300 jutaan lagi,” Ujar Rd. Aas Kosasih saat ditemui diruangnya Senin (10/12/2018) Siang

Lanjut ia, Untuk tahun 2019 nanti, Aas, menargetkan pengumpulan Zis sebesar Rp. 7, 5 milyar. Target sebesar itu yakin akan tercapai, jika sistem pengumpulan zakat di Selangor Malaysia bisa diterapkan.

“Target ini Insya Alloh bisa tercapai dengan cara kita akan menerapkan sistem pengumpulan zakat seperti di Selangor,”katanya

Diterangkannya, negara bagian di Malaysia itu bisa mengumpulkan zakat sampai Rp. 2,3 trilyun pertahun, dengan jumlah karyawan badan zakatnya sekitar 600 orang.”Di Selangor itu, peran serta pemerintahnya sangat kuat, dan di sana itu unit pengumpul zakatnya sudah masuk sampai ke mesjid mesjid kecil yang disebut surau,” jelas ketua BAZNAS kabupaten Garut.

Selain itu, lanjut Aas yang baru pulang dari Selangor mengikuti pertemuan Forum Zakat Dunia, kesadaran bayar zakat masyarakat di negara bagian itu sangat tinggi.

“Dibandingkan dengan pengumpulan zakat dari seluruh Baznas di Indonesia yang baru Rp. 6,3 trilyun pertahun, jauh lebih kecil di negara kita, yang potensi zakatnya bisa mencapai Rp. 200 trilyun,” terangnya

Dengan mengadopsi sistem pengumpulan zakat di Selangor itu, pihaknya akan berupaya funding zakat di kalangan para guru yang sangat potensial,” Tahun ini zakat dari para guru baru Rp. 18 juta, sangat kecil, ” pungkasnya.

Untuk itu, Baznas Garut akan bekerja sama dengan pihak Dinas Pendidikan untuk memaksimalkan pengumpulan zakat dari para pendidik tersebut. (***)

Editor : J.Gunawan

BAGIKAN