Baznas Garut Launcing Desa Sadar Zakat di Karamatwangi Cikajang

86

Koran-Fakta.com,(KF).-Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman memberikan apresiasi pada kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kab. Garut, yang telah mendirikan Desa Sadar Zakar, Infaq, dan Shadaqah (ZIS), yakni Desa Karamatwangi, Kecamatan Cikajang, Rabu (26/08/2020).

“Saya apresiasi kepada Baznas Garut yang telah mengelola zakat dengan profesional, transparan dan akuntabel. Kabupaten Garut memiliki potensi besar dan selama ini Baznas telah mendata para ASN sampai lapisan masyarakat guna menyalurkan zakatnya. Beberapa program pemberdayaan yang tidak
ada dalam rancangan APBD kerap didanai dari pengumpulan ZIS oleh Baznas ini. Keberadaan Baznas sangat membantu program pengentasan kemiskinan Pemda Garut,” kata Helmi Budiman, di sela peresmian Desa Sadar Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS)sekaligus menyalurkan Intensif kepada Guru Ngaji dan Program Rutilahu dari Baznas Kabupaten Garut di Desa Karamatwangi, Kecamatan Cikajang.

Wabup menyebutkan, dirinya sudah lama menantikan adanya satu desa yang dimana warganya sadar akan zakat, Infaq, Shadaqah.

“alhamdulilah baru sekarang ini
terwujud. Di tahun 2017 lalu kita pernah melakukan study banding ke Kabupaten Sukabumi, kita musyawarahkan bahwa kita ingin segera memulai Desa Sadar Zakat.
Nah keinginan itu baru sekarang terwujud di desa Keramatwangi ini. Mudah-mudahan dengan adanya launching ini yang lain akan mencontoh dan ikut tergerak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Garut, Rd. Aas Kosasih mengatakan, Baznas berperan sebagai pengelola zakat, bertindak sebagai perencana kegiatan, pelaksana dan pengkoordinasian dalam pengumpulan dan pendistribusian juga dapat berperan dalam pendayagunaan zakat.

“Karena makin tinggi kesadaran dan
pengumpulan zakat, maka berdampak positif dan produktif terhadap penyelesaian problematika sosial dan keumatan yang dihadapi pemerintah, budaya berinfaq,
shodakah dan zakat fitrah itu sudah tuntas, sekarang budaya berzakat kita masyarakatkan. Muatan konsep zakat adalah budaya tolong menolong bantu membantu dan nasihat-menasehati,” katanya.

Menurut Aas, acara ini merupakan salah satu paket penunjang Program Karamatwangi Berbagi, dimana dengan pengambilan Zakat, Infak, Shadaqah dan penghasilan 2,5% diharapkan menjadi modal besar untuk mensejahterakan guru ngaji dan mengangkat martabat kaum dhuafa sekaligus memutus
rantai kemiskinan. Baznas juga memiliki program yang meliputi bidang sosial, bidang pendidikan, ekonomi dan banyak lagi yang lain,” ucapnya.

Aas menegaskan, pihaknya akan terus berupaya meggenjot kesadaran masyarakat akan Zakat, Infaq dan Shadaqah. Di desa potensi zakat sangat besar, sebab di sanalah banyak wajib zakat sesuai tuntunan syariat, mereka berpenghasilan tetap, petani, pedagang, badan usaha dan lainnya yang saat ini sedang digelorakan di Karamatwangi melalui Desa Sadar Zakat.

” mudah-mudahan desa desa yang lain bisa mengikuti jejak daripada desa tersebut dan saya punya filosofis mulai dari Desa pemberdayaan ekonomi berbasis bisa booming bisa menjadikan kekuatan ekonomi untuk Indonesia umumnya dan untuk Garut khususnya, yaitu dari desa, untuk desa dan oleh desa, ” Pungkasnya (J Gunawan/**)

BAGIKAN