Baznas Garut Menggelar Optimalisasi ZIS Dilingkungan Dinas Pendidikan Guru PNS SD dan SMP

202

Koran-Fakta.com, (KF).Bertempat di aula Gedung Islamic center Jl. Pramuka Kecamatan Garut Kota, Kab.Garut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut menggelar optimalisasi ZIS dilingkungan dinas Pendidikan Guru PNS SD dan SMP. Dengan mengusung tema,” Baznas sebagai solusi untuk membantu pengentasan kemiskinan di Kabupaten Garut “.

Saat ditemui usai kegiatan Ketua Baznas Kab Garut Rd Aas Kosasih menyampaikan barusan hasil dialogis setelah adanya pemaparan dari ketua Baznas, ketua PGRI, lalu kepala dinas dan juga Ketua MUI, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan dialogis dan ada empat penanya dalam dialogis tersebut,
diantaranya pertama perwakilan PGRI, kedua dari perwakilan Korwil pendidikan kecamatan, dari MKKS dan K3 SD

“saya menyimak dari empat penanya tersebut pertama atas nama perwakilan PGRI menyatakan bahwa menolak untuk dipotong tahap ke 2. memohon optimalisasi yang ada dan juga memohon kepada Baznas guru honorer itu jangan dimasukkan kepada mustahik, ungkapnya

Meskipun enggak, kata Aas. pertanyaan saya, mustahik itu orang yang berhak. ya silahkan apakah guru honorer itu berhak, mustahik itu bahasa arab bahasa indonesianya orang yang berhak. silahkan terjemahkan termasuk saya pertanyakan kepada perwakilan PGRI apakah betul guru honorer itu tidak berhak menerima dana dari zakat!.

kemudian yang kedua adalah dari perwakilan Korwil pendidikan Kecamatan, pada dasarnya menyetujui dengan persyaratan ada klasifikasi, masa orang yang minus harus dipotong, masa ada orang yang guru sisanya Rp. 200 potong, ” ini silakan, kata saya silakan itu sesuai dengan kebijakan- kebijakan mana yang harus dipotong mana yang tidak, ” ujarnya

Dan yang ketiga dari MKKS, pada dasarnya setuju, dengan syarat harus adanya sosialisasi dan juga adanya istilahnya permohonan penjabaran dari tadi pak dr. Dian tentang tentang Baznas ada untuk guru ini, sudah disaksikan semua dan sudah disampaikan secara semuanya, dan yang terakhir dari K3 SD, ya pada dasarnya menolak disidak. tetapi banyak bersifat sifat kebutuhan di daerah itu silahkan bagaimana ini istilahnya kedudukan baznas itu berbicara tentang gaji pendapatan kotor harus dipotong secara nisob, ” semua itu kita kembalikan kepada dinas dan upz masing masing, intinya bagi saya ini adalah usaha, makanya kami dan kepala dinas mempersilahkan, ya kalau sekarang ada tambahan tambahan ya tentunya kami sangat bahagia karena sekarang banyak permohonan permohonan dari para mustahik yang harus eksekusi harus dibantu oleh Baznas dan sekiranya sekarang tidak ada tambahan pasti berat,”
Paparnya

Lebih jauh Rd Aas mengatakan, meskipun pada dasarnya kami bukan hanya saja mengoptimalkan zakat profesi dari ASN (PNS) atau guru pendidik tetapi kami juga akan menggelorakan Jum’at shodakoh (Jumkoh) dan akan bekerjasama dengan salah satu Bank swasta untuk menitipkan barcode.

” Dengan barcode tersebut masyarakat bisa ikut bayar ZIS disitu, selain itu kami juga telah bekerjasama dengan komunitas gojek dalam hal zakat ini, ” tuturnya

Rd Aas menegaskan, Potensi dari Guru SD/SMP itu sebesar Rp.1,3 Miliar perbulan, dan yang dari kepala SD/SMP paling besar itu Rp.293 Juta per bulan dari potensi Rp.700 jt perbulan, walaupun di Baznas ada kalimat hut min alaihim tapi kami lebih pada kearifan lokal, kesolehan sosial.
” Kesimpulan saya meskipun tadi pas dialogis ada beberapa penolakan mudah mudahan kedepannya ada perkumpulan dilapangan untuk ikut serta membantu karena banyak masyarakat yang masih harus dibantu,” pungkasnya (J Gunawan)

BAGIKAN