Baznas Garut Menggelar Pelantikan dan Upgrading PP ZIS UPT Pasar Tradisional Garut

143
Ket Foto : Saat pelaksanaan Pelantikan dan Upgrading Petugas Pengelolaan ZIS UPT Pasar Tradisional se-kabupaten Garut (Foto Oleh : J.Gunawan)

Koran-Fakta.com,(KF).- Bertempat di Aula Kantor Baznas Kabupatén Garut Jl. Pramuka Kec. Garut Kota Kab. Garut Jawa Barat, Selasa (03/11/2020). Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM (Desperindag ESDM) Garut menggelar Pelantikan dan Upgrading Petugas Pengelolaan ZIS UPT Pasar Tradisional se-kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dengan adanya pengukuran suhu badan, memakai masker, cuci tangan menggunakan hand sanitizer dan jaga jarak.

Ketua Baznas Garut, H Rd Aas Kosasih, S.Ag.,M.Si, mengungkapkan ini pelantikan dan juga upgrading bagi Petugas Pengumpul Zakat, Infaq, Shodaqoh (PP ZIS) binaan Baznas dari UPT pasar se-Kabupaten Garut.

“ Alhamdulillah, kegiatan ini diikuti 38 peserta dari lima belas pasar tradisional Pemda Garut yang ada diwilayah Kabupatén Garut,” ucapnya saat ditemui usai kegiatan kepada para awak media.

Dikatakan Aas, Kegiatan pengumpulan ini sudah di-launching oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM dan telah berjalan selama satu bulan ini, “ Ini sudah berjalan sekarang tiap-tiap pasar tradisional milik Pemkab Garut dan sudah menitipkan infaknya kepada kami,” ungkap Rd Aas.

Lanjutnya, untuk penyetoran nya ada yang per minggu dan per dua minggu, juga ada yang per bulan, “ Penyetoran nya pareatif minimal di atas kisar delapan ratus atau sejuta lebih,” ujarnya.

Artinya kalau ini dioptimalkan dengan di upgrading dan dilantik, mudah -mudahan bisa perminggu sekali. “ Ini potensi yang besar sekali yang harus dioptimalkan daripada pasar-pasar tradisional milik Pemkab Garut ini, jika optimal pengumpulan zakat perdagangan ini mungkin di atas Rp. 20 Juta sampai Rp. 30 Juta per bulan,” imbuhnya.

Lebih jauh Aas mengatakan, Sementara untuk mendukung semua itu setelah dilantik dan upgrading petugas dilapangan ini kami berikan seragam dan kartu tanda pengenal.

Nah, dari segi infak, mungkin juga dari zakat mal atau zakat tijaroh atau perdagangan insya Allah setahun sekali orang-orang pasar bisa menitipkan zakatnya kepada kami.

Masih dikatakan Aas, tentunya kami juga akan berimbang ketika ada pengumpulan Zakat, infaq, Sodaqoh yang dari pasar-pasar tradisional kepemilikan Pemda Garut, tentunya juga usulan-usulan yang harus dibantu, juga akan segera diberikan bantuan kepada mustahik yang diusulkan daripada UPT tersebut.

Rd Aas mengakui, saat berbincang dengan para pimpinan Baznas kota dan Kabupaten, baru Garut yang ada terobosan ini artinya ini suatu inovasi baru bahwa bagaimanapun juga konten zakat ini sudah lama ada mulai dari Rasulullah diutus sebagai Rasul, sudah ada konten zakat. Tetapi bagaimana menata kelola serta bagaimana Islam memened agar Baznas ini terpercaya dan dipercaya.

“ saya rasa hal ini juga harus ada kreativitas dan inovasinya yaitu bagaimana seorang atau pemimpin atau institusi bisa mempercaya kita,” jelasnya (J Gunawan)

Editor: Indra R