Baznas Garut Prihatin, Anggota DPRD Tidak Bayarkan Zakat

84
Ket foto: Ketua BAZNAS kabupaten Garut, H.Rd. Aas, saat ditemui sejumlah media diruang kerjanya

Oleh: Pih

GARUT,(KF).-Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, Raden Aas Kosasih merasa prihatin atas penerimaan Zakat mal yang diterima oleh Baznas Garut, sampai dengan bulan Februari ini. Masih kurangnya kesadaran dari semua unsur masyarakat untuk membayarkan zakat pada Baznas.

Menurut ketua Baznas Garut rendahnya angka kesadaran membayar zakat ini karena disebabkan zakat mal masih dianggap sebagai sebuah beban yang harus ditanggung oleh para Pembayar zakat tersebut, banyak hutang menjadi alasan utama para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut enggan untuk membayarkan zakat penghasilannya.

“Saya merasa prihatin sekali dengan situasi seperti ini, apalagi para anggota Dewan yang terhormat belum seorangpun yang menyetorkan Zakat Mal nya pada Baznas, padahal yang saya tahu penghasilan mereka itu besar dan mereka sadar atau tidak sadar bahwa didalam kekayaan mereka itu terdapat hak orang lain, dengan alasan banyak hutang atau pengeluaran lainnya, padahal zakat mal itu dihitung brutto bukan netto,” papar Raden Aas.

Ada beberapa pihak juga yang telah menyetorkan zakat mal nya ke Baznas diantaranya,
-Kementrian Agama Kabupaten Garut sebanyak Rp.53.971.451 ditambah Rp 5.996.939.
-Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak Rp. 3.170.783
-DPPKBPPPA sebanyak Rp 22.833.000 ditambah Rp.310.000,
-Kantor Kecamatan Samarang sebesar Rp. 5.774.000, selama dua bulan,
-UPT Pendidikan Cisurupan sebanyak Rp.5.931.000 selama 3 bulan,
-UPT Pendidikan Bayongbong sebesar Rp. 502.200.
Jadi kalau dijumlahkan penerimaan Baznas sampai dengan bulan Februari 2018 ini hanya berkisar Rp.98.489.373. Tentu saja angka ini masih terlalu jauh dengan harapan Baznas.

Baznas sendiri mengharapkan agar kesadaran membayar Zakat penghasilan sebanyak 2,5 persen ini tiada lain untuk disalurkan lagi kepada para mustahiq atau kepada yang berhak menerima zakat seperti program bantuan 10 roda beserta modal dagang untuk masyarakat dan ini akan ditambah terus, atau program Pemberian bantuan untuk rumah tidak layak huni, belum lagi proposal bantuan yang disodorkan pada Baznas atau bantuan lainnya yang kesemuanya bersumber dari zakat tersebut.

Lebih jauh Ketua Baznas memaparkan akan harapannya pada dorongan Pemerintah Kabupaten Garut untuk peningkatan penerimaan zakat ini

“Setiap hari ada saja yang meminta bantuan ke Baznas baik itu berupa proposal atau bantuan untuk mualaf atau ibnu sabil dan lain sebagainya sehingga apabila penerimaan Zakat terus menerus seperti ini maka akan banyak Program yang sudah kita canangkan akan ditangguhkan”. tutur Aas.

Dan Baznas sendiri berharap ada peningkatan kesadaran membayar zakat mal khususnya kepada ASN, dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut yang sampai saat ini belum satu orangpun yang membayarkan zakat mal nya melalui Baznas.

Editor: j Wan

BAGIKAN