Baznas: Kesadaran Zakat Masih Jauh Dari Harapan

90

Garut, (KF)- BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, gelar kegiatan pembinaan pemberdayaan bagi puluhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Garut, di aula Kantor Baznas Garut, Jalan Pramuka, Kamis (28/9/2017).

Ketua Baznas Kab Garut Rd Aas Kosasih mengatakan, saya juga meminta, kinerja Bazna Garut pun harus ditingkatkan sehingga bisa menjaring banyak muzaki dan mengimplementasikan kepada mustahik.

” Harapannya dari rapat pembinan ini bisa lebih besar lagi zakat yang masuk ke kami, karena angka kemiskinan di Kabupaten Garut itu sangat besar untuk dibantu oleh kita,” katanya usai kegiatan.

Oleh karena itu dengan pembinan ini dari upz disetiap SKPD juga para ASN, bagi para PNS dan Karyawan yang ada di BUMD yang sudah berzakat, kedepan bagi para muzaki ini menjadi aspek penilaian bagi para PNS
“ini merupakan sesuatu reweard atau penghargaan kinerja suatu pimpinan dan
Rencananya yang tidak hadir akan dipanggil wakilbupati dari 36 UPZ SKPD yang hadir sebanyak 12 orang.Menurut saya kesadaran ini masih kurang, ” ujarnya.

Rd Aas menjelaskan, rencananya undang-undang akan direvisi, mudah-mudahan sesuai dengan peryataan menteri keuangan Sri Mulyani, bahwa tata kelola zakat akan di sesuai kan dengan tata kelola pajak. Artinya kalau Undang-undang disesuikan dengan pajak, nisobnya kan sudah ada secara nasional, sama dengan 85 gram emas disesuaikan harga yang berlaku di setiap daerah kecamatan disuatu Kabupaten. Dan saya tanggal (4-5/10) rencananya akan rakornas zakat di Jakarta yang dibuka langsung oleh bapak presiden, dihadiri 7 menteri dan ditutup wakil presiden,”jelasnya.

Untuk penerimaan zakat sampai saat ini, Pokulatif pertama paling besar sekarang ini oleh Kemenag, dinkes dan PUPR, yang saya sayangkan dinas Pendidikan karena 70 persen itu pegawai negri sipil (PNS), Sementara sampai saat ini cuman sebesar Rp. 18 juta perbulan yang harus bisa mencapai masuk Rp 3,6 miliyar perbulan, ini masih jauh dari harapan, “kita coba push dan kita dorong di Dinas Pendidikan, supaya kesadaran nya tumbuh karena di disdik notabene nya guru, “ungkapnya.

Aas menambahkan, ” rencananya kita pada tanggal 18 Oktober mendatang akan ada gebyar lebih besar dipendipo, dengan harapannya ikrar tentang kebangkitan zakat di Kabupaten Garut, “ketika ada ikrar dari seluruh komponen masyarakat, ASN, di Kab Garut ini mudah-mudahan kesadaran akan tumbuh lagi,” pungkasnya.(J Wan)

BAGIKAN