Baznas, Pendapatan Dari Kupon Infak Jauh Dari Harapan 

223

GARUT, (KF)- Program Kupon infak yang dikeluarkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut, bulan lalu merupakan suatu terobosan agar masyarakat terbiasa untuk membiasakan diri berinfak, namun hal ini masih kurang disadari oleh masyarakat.

Ketua Baznas Kab Garut, Rd Aas Kosasih S Ag MSi mengatakan, mengeluarkan program infak melalui kupon kepada masyarakat tersebut agar masyarakat membiasakan diri berinfak. Intisari diberikannya kupon ini merupakan suatu terobosan ketika Zakat mal atau propesi kurang dari pada target yang diharapankan.

“mudahan-mudahan dengan kupon infak ini sebagai latihan atau pembelajaran dan lama- lama akan terbisa, sehingga bisa bayar zakat sesuai dengan propesinya,” katanya saat ditemui awak media, Jumat(14/07)

Tentang program keberhasilan kupon tersebut, Rd Aas pun mengakui,” ini kurang dari harapan, bahwa baru 9 Kacamatan yang setor dari 42 Kecamatan. Masih kecil, kira- kira dibawah 30 persen, bahkan ada dua kecamatan tidak mendistribusikan kupon tersebut, juga ada beberapa desa yang masih kosong. Dan Alhamdulilah zakat profresi Pemda Garut itu, sekarang sudah mencapai 250 juta dan ditambah 300 juta lebih dari Kemenag,” ungkapnya.

Menurutnya, Karena target yang paling potensi itu, dari zakat profesi Pegawai Sipil Negara (PNS) Rp.4,7 Milliar perbulan dari Rp.62 Milliar per tahun. Yang paling potensi itu adalah di Dinas Pendidikan, karena 65 persen PNS.

“ya , mudahan-mudahan dengan terbentuknya adanya upzis kecamatan di tiap kecamatan sekarang ini. Dilimpahkannya kewenangan otoritas, bisa lebih terkumpul disamping melalui Camat atau Sekmat, UPT, baik UPT pendidikan atau yang lain.Dan Alhmdulilah, kalau 50 persen saja dari Dinas Pendidikan, baru sudah mencapai target yang baik,” ujarnya.

Aas menambahkan, sehingga dengan dana infak maupun zakat, lebih besar pengumpulan dan lebih besar juga pendistribusiannya.

“Kami pendistribusian berpegangan dengan data best kemiskinan tahun 2015 dari Bappeda Kab Garut, ada penurunan yang tadinya kemeskinan di kabupaten Garut ini, 13 persen dan sekarang alhamdulilah menjadi 11 persen, dan kembalinya kesejahterannya dirasakan oleh masyarakat kab.Garut,”ucapnya.

Saya pun ada himbauan pada seluruh Kepala Desa, sesuai dengan uu nomer 6 tahun 2014 tentang Desa, Keliatannya minimal dengan tarif dan bijaksana Ketika ada sosialisasi itu hadir,”mau bagaimana manerima manfaat kalau tidak hadir, oleh itu saya menghibau kalau ada sosialisai dari baznas dari upzis, diharapkan bisa hadir,” ungkapnya.(J Wan)

BAGIKAN