Belasan Ribu Orang di Garut Telah Menjalani Swab Test

159
Ket Foto : Wakil Bupati Garut dr.Helmi Budiman, saat meninjau pelaksanaan tes usap kepada 300 pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut. (Foto istimewa)

Koran-Fakta.com (KF).- Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan swab test (tes usap) minimal 23.000. Hingga saat ini, sudah 13.000 orang yang telah melaksanaka tes usap atau kurang lebih setengahnya dari target sudah dilakukan.

“Nanti sisanya kita kejar, September sampai dengan Oktober. Untuk disini hari ini sekitar 300 orang,” kata Wakil Bupati Garut, dr. Helmi, Selasa (1/8/2020), saat meninjau pelaksanaan tes usap kepada 300 pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut.

Menurut Helmi, kalau keseluruhan rumah sakit bisa sekitar 1.500 orang, kemungkinan dalam jangka waktu seminggu baru selesai. Untuk alatnya,  Pemkab Garut telah membeli sendiri, serta bantuan dari BNPB dan Gubernur Jawa Barat.

“Dengan tersedianya alat sekitar 290 orang perhari bisa diperiksa swab,” jelasnya.

Sambung Helmi, seharusnya pegawai puskesmas dan rumah sakit menjadi prioritas utama dalam swab test sebelum tes kepada pasien Covid-19, tapi baru saat ini bisa dilaksanakan.

“Sebenarnya, puskesmas, rumah sakit itu prioritas utama. Ini baru dilaksanakan karena mereka selama ini betul-betul fokus melayani, makanya kita melaksanakan pemeriksaan, mudah-mudahan tidak ada yang positif,” tambah Helmi.

Mengenai penutupan sementara salah satu klinik, menurut Helmi, hal itu dilakukan hanya sementara saja, karena untuk menunggu hasil pemeriksaan yang terpapar, dua atau tiga hari diharapkan selesai.

Helmi juga menjelaskan, saat ini penyebaran virus masih terindikasikan dari luar Kabupaten Garut dan tranmisi lokal juga memang banyak terjadi. Sehingga pihaknya mempertimbangkan pula untuk kalangan pendidikaan untuk belajar tatap muka siswa, maka Pemkab Garut dipastikan tidak mengeluarkan rekomendasi sampai bulan Desember nanti.

“Kemungkinan belajar tatap muka dimulai di bulan Januari 2021. Sesuai arahan dari pemerintah pusat, kemungkinan Januari setelah ditemukan Vaksin,” pungkasnya. (OG)***

Editor : Indra R

BAGIKAN