Belum Ada RDTR, Pemda Garut Harus Segera Moratorium Izin Perumahan

34

GARUT, (KF).- Kelemahan di Kabupaten Garut belum punya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Namun baru memiliki RTRW yang sifatnya masih umum.

Dengan tidak adanya RDTR membuat rancu dan semberaut sehingga perumahan berserakan tidak tertata dengan baik dikarenakan belum ada RDTR sehinga pemerataan pemabangunan perumahan di Kabupaten Garut tidak tertata dengan baik.

Dimana hari ini sudah terjadi dengan mengerombolnya pembangunan perumahan yang tidak terarah, seharusnya Pemda Garut melakukan perencanaan dan kajian yang matang mulai dari SDM nya dulu dengan contoh investigasi ke beberapa masayarkat Garut menengah kebawah yang tidak memepunyai rumah.

“Apakah kondisi, ekonominya sudah siap untuk membeli rumah dengan rata-rata cicilin 900/bulan, karena Garut kan terkendala dengan penghasilan (UMR),” ujar ketua umum DPP FPPG, Asep Nurjaman. Kepada wartawan, Senin (16/4) Siang.

Lanjut dikatakan, Hal tersebut tentunya harus dikaji terlebih dahulu, secara matang jangan hanya untuk mengejar program sejuta rumah untuk MBR tetapi tidak melakukan kajian yang matang sehingga banyak lahan produktif yang beralih fungsi, perumahan subsidi yang tidak tepat sasaran.

“Fakta dilapangan yang beli rumah subsidi kebanyakan orang yang penghasilan besar yang menerima bantuan subsidi, sedangkan sebaliknya masyarkat kecil tidak bisa membeli. Dimana masyarakat miskin kota banyak yang belum punya rumah. Inilah yang harus dikaji lebih matang terlebih dahulu agar program yang direncanakan tepat sasaran,” Katanya

Dan yang lebih parahnya lagi Garut belum ada RDTR yang mana akan mengakibatkan banyak pembangunan-pembangunan yang tidak tepat sasaran dan tidak merata sehingga timbul ketimpangan pembangunan perumahan yang sangat melonjak yang tidak terarah .

Maka dari itu kami DPP FPPG meminta kepada Pemda Garut harus segera mengambil sikap yang tegas dan nyata untuk menyelamatkan Bumi, air dan kekayaan alam, untuk segera melakukan moratorium izin perumahan.

Penulis : Indra R

Editor : Van’s

BAGIKAN