Berawal Dari Keprihatinan, Federasi Serikat Pekerja Garut Mendeklarasikan Diri.

76
Ket foto: Indra Kurniawan ketua Federasi Serikat Pekerja Garut, Saat menandatangani Fakta integritas, usai acara deklarasi.

GARUT,(KF).- Berawal dari keprihatinan terhadap tenaga kerja di Garut, beberapa serikat pekerja dikabupaten Garut menggelar Deklarasi dan Pembentukan Federasi Serikat Pekerja Garut (FSPG). Dengan mengusung tema, “Meningkatkan Kesejahteraan dan menciptakan wadah Pekerja yang profesional dan terarah”, bertempat di Aula Purba Dewata, Hotel Kampung Sumber Alam Jl Cipanas Garut, Jum’at ( 07/12/2018) Sore.

Federasi Serikat Pekerja Garut (FSPG), dinahkodai Indra Kurniawan sebagai ketua umum yang terpilih secara Aklamasi.

Ketua FSPG Indra Kurniawan menyampaikan dimana bentukan Federasi ini lebih kepada bagaimana membentuk wadah yang legal

“Tujuan utamanya dari sisi keprihatinan buruh Garut terutama dari sisi industrial antara perusahaan dan pekerja “, ujar Indra kepada sejumlah wartawan saat ditemui disela-sela acara.

Lebih jauh disampaikan. Permasalahan itu ada beberapa poin intinya adalah kepatuhan perusahaan untuk membayar Upah minimum sesuai dengan ketentuan yang ada seperti yang tercantum di pasal 90 ayat (1),(2) UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003.

“Persentasi sampai saat ini. Itu mencapai 60% lagi perusahaan itu masih membayar Upah dibawah upah minimum,” ujarnya

Ket foto: Saat berlangsung acara Deklarasi.

Lanjutnya, Kalau bicara sangsi jika upah minimum tidak dibayarkan oleh perusahaan yang dikatagorikan mampu untuk membayar upah itu sangsinya delik pidana itu tindak pidana kejahatan. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yakni Pasal 185 Ayat (1).

Langkah awal dari pembentukan Federasi Serikat Pekerja Garut ini pertama akan adanya pencatatan terhadap Disnaker bahwa sudah terbentuk federasi yang ada di kabupaten Garut. Kemudian pihaknya juga akan melakukan rapat kerja bersama Dinas tenaga kerja, dan DPRD serta pihak Kepolisian.

“Jadi perjuangan difederasi ini akan kitapilah menjadi dua ada perjuangan sipatnya regional dan perjuangan yang sipatnya Nasional kita akan mengadakan just riview terhadap PP 78 Tahun 2015 karena menurut kita itu sangat menyengsarakan buruh. Bayangkan skala upah itu di evaluasi selama 5 Tahun sekali, harusnya kan satu tahun sekali. Dan nilai upahnya itu telah ditetapkan sementaran ekonomi berubah ubah,” ungkapnya.

Acara Deklarasi dan Pembentukan Federasi Serikat Pekerja Garut tersebut diakhiri dengan penandatanganan fakta integritas oleh Muspika/Muspida serta seluruh pengurus se-kabupaten Garut.

Laporan : J.Gunawan

Editor : Indra R