Berikut Klarifikasi Warga Yang Sebelumnya Sempat Viral, Karna Kelaparan

162
Ket Foto : Pihak keluarga yang sempat viral saat melakukan klarifikasi dengan aparat setempat. (Foto istimewa)

Koran-Fakta.Com (KF).- Viral di media sosial ada warga Kampung Gupitan RT 02/08, Desa Sukarame, Kecamatan Banyongbong, Kabupaten Garut,  yang di hebohkan kelaparan, ternyata tidak benar. Hal ini diketahui setelah adanya klarifikasi dari yang bersangkutan saat dikonfirmasi para awak media di kediamannya. Warga tersebut adalah bernama Komali (50) yang mempunyai istri bernama Elin dan ke empat anaknya diantaranya, Marini, Adung, Naya Seksi, Ayun.

“Saya tidak merasa kelaparan, ya kalau untuk sehari hari kami masih bisa mengusahakan untuk makan, tetangga juga masih ada yang peduli. Hanya saja memang saat ini karena kondisi wabah Corona, usaha dari hasil sopir angkutan memang sedikit terganggu dalam penghasilan, dan bahkan hanya bisa, untuk makan dirinya saja,” ucap Komali, Minggu (10/09)

Komali yang berprofesi sebagai sopir angkutan kota di Kota Bandung ini juga mengungkapkan terima kasihnya kepada warga, pengurus setempat, Pemerintah Desa dan lainnya yang responsif terhadap keluarganya.

“Alhamdulilah semuanya respon sama saya dan keluarganya akan kondisi ini, masalah anak saya sakit bukan karena kelaparan, ini keteledoran saya tidak cepat memeriksa dan berobat,” kata Komali.

Ketua Rukun Warga (RW) 08, Ee Herdiana, menuturkan, prihatin dengan informasi yang dengan gampangnya menyebarkan tanpa ada konfirmasi dan klarifikasi dahulu ke pengurus setempat atau Pemerintah Desa.

“Sebenarnya saya merasa prihatin karena ada warga saya di viralkan begitu saja tanpa ada konfirmasi dan klarifikasi ke pemerintah setempat. Keluarga termasuk warga pun merasa terusik dan tidak nyaman, karena, semua warga yang ada, semuanya sangat peduli dengan keberadaan kondisi keluarga tersebut,” tuturnya.

Ketua RW juga menegaskan, justru warga RW 08 sangat peduli terhadap tetangganya yang berada di garis kemiskinan, mereka terkadang bahu membahu membantu secara swadaya untuk mengatasi hal tersebut.

“Saya tegaskan viral kelaparan ini tidak terjadi, bahkan kalau ada indikasi kesana, warga siap membantu agar jangan sampai terjadi hal demikian,” tandasnya.

Kepala Desa Sukarame, Kecamatan Banyongbong, Sopian, menegaskan bahwa tidak pernah terjadi ada warganya yang kelaparan sebagaimana diramaikan di media sosial.

“Setelah saya tinjauan ke lapangan, yang bersangkutan ini ada anaknya yang sedang sakit, dan telah ditangani oleh Puskesmas dengan diagnosa menurut Puskemas adalah Sariawan,” jelas Sopian.

“Sebetulnya tidak terjadi kelaparan, karena saya juga konfirmasi ke pihak keluarga yang bersangkutan, masyarakat sekitar juga banyak yang tahu yang bersangkutan (Komali) berhenti bekerja baru satu minggu. Dan untuk masalah penanganan anaknya yang sakit, sudah dilakukan tindakan preventif oleh kami, dibawa ke Puskesmas, namun takdir kan siapa tahu, Allah berkehendak lain, anaknya yang sakit meninggal dunia,”

Ditambahkan Kades Sopian, menurut keterangan tim medis Puskesmas, yang meninggal ini diagnosanya terjangkit Demam Berdarah (DBD), bahkan tadi juga bersama tim Puskemas menyisir wilayah perkampungan Gupitan, untuk mengantisipasi penyebaran jentik nyamuk penyebab DBD.

“Saya juga tidak tahu itu yang posting di media sosial, seharusnya ada klarifikasi dahulu ke pengurus dan Pemerintah Desa setempat, sebelum menyebarkan ke media sosial, agar diketahui pasti yang sebenarnya seperti apa,” pungkasnya.(Tim)

Editor : Indra R

BAGIKAN