Binamarga Dilematis dengan Pemeliharaan Jalan Berlubang Dikabupten Garut

209

kepala Bina Teknik(BINTEK) Jujum Juansah
kepala Bina Teknik(BINTEK) Jujum Juansah
KF.-Kondisi Jalan Berlubang dan bergelombang di beberapa titik jalan raya perkotaan di Kabupaten Garut banyak dikeluhkan Pengguna jalan baik pengguna jalan roda dua ataupun roda empat. Seperti jalan pembangunan, jalan Sudirman, Samarang dan jalan lain diwilayah perkotaan.

Seperti yang dikeluhkan Wawan (35 Tahun) Pengguna roda dua yang melintasi jalan Pembangunan kecamatan Tarogong kidul, kabupaten Garut mengatakan, Jalan tersebut sudah hampir lama berlubang dan bergelombang, meskipun baru beberapa bulan ke belakang jalan tersebut sempat ditambal sulam, namun tetap tidak bertahan lama, sehingga jalan tersebut berlubang kembali,” Katanya.

Dengan kondisi jalan seperti itu, Dirinya berharap dinas terkait agar segera memperbaiki jalan baik itu di jalan Pembangunan ataupun wilah perkotaan Garut lainnya.

Menanggapi keluhan tersebut Kepala Dinas Binamarga Kab, Garut. melalui
Kepala Bina Teknik(BINTEK) Jujun Juansyah
saat ditemui, Kamis(10/11/2016) mengatakan, masalah jalan berlubang diakuinya sangat dilematis, karna jalan kabupaten yang harus dipelihara rutin Ditahun 2016 itu hampir 500 Kilo, dari total seluruh panjang jalan 829 Kilo.” Dari 500 Kilo jalan yang harus dipelihara itu hampir memerlukan Anggaran kurang lebih 15 Miliar, sementara anggaran yang kita miliki Ditahun 2016 untuk pemeliharaan yang 500 kilo itu cuma 4 Miliar dari DAU rutin,” Katanya

Lanjut ia dengan begitu pihaknya hanya mampu memelihara jalan kabupaten kurang lebih 100 kilo dan idealnya paling 80 kilo,” artinya banyak alokasi untuk pemeliharaan jalan yang bolong-bolong itu tidak maksimal itu yang pertama, dan hal kedua juga yang menjadikan kerusakan jalan diwilayah kabupaten atau perkotaan Garut hampir 90% itu sudah habis umur rencananya, yang artinya jalan tersebut harus lebih ditingkatkan atau dibangun kembali dan diperhitungkan daya hitung esisting artinya didaur ulang atau dibangun kembali dari Nol lagi.” Ujarnya

Lebih jauh dikatakan Jujum fakta di lapangan tidak seperti itu karena kembali lagi ke masalah anggaran,” memang ini alasan klasik tapi memang faktanya seperti itu, karna untuk membangun ruas jalan idealnya dengan pola penanganan yang sesuai dengan tingkat kerusakan dan itu harus disesuaikan dengan kaidah keteknisan,” Paparnya.

Kalau semua jalan kabupaten dibangun atau ditingkatkan biyayanya itu hampir dua kali lipat dari yang biasa kita bilang atau skala hutang, sementara saat ini tidak dilakukan peningkatan tapi resup, karena terkait banyaknya aspirasi yang harus ditanggani di tahun 2016. Pungkasnya (Indra R)

BAGIKAN