BKKBN Garut : “Hari Cinta Semua” Menjadi Tema Hari Keluarga Nasional Ke-26

80
Ket Foto : Saat kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-26. Yang digelar dihalaman Setda Kabupaten Garut.

GARUT, (KF).- Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Badan kependudukan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) Garut mengelar Hari Keluarga Nasional, Hari Anak Nasional Lounching Sekoper Cinta ( Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita – Cita ) dengan tema ” Hari Cinta Semua ” yang diselenggarakan di lapangan Setda Garut, Kamis 19 Juli 2019, nampak hadir Bupati Garut H Rudy Gunawan, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Teguh Santoso, Kasdim 0611 / Garut Mayor Inf Hamzah, Kabagops Polres Garut Kompol Apri, para Camat serta undangan.

Dalam sambutannya Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, saat ini kita memperingati Kegiatan yang sangat penting yaitu masalah yang menyangkut keluarga, Hari Keluarga Nasional tahun 2019 yang ke-26 tingkat kabupaten Garut.

” Pada hari ini juga kita bersama-sama memperingati hari anak, tentu ini adalah sangat penting anak adalah masa depan kita. Kita mendorong ada generasi emas 2045″ kata Bupati Di Awl Sambutan.

Lanjut Bupati dalam kesempatan ini pula yang tidak kalah pentingnya adalah hari ini ada Launching Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita – Cita ( Sekoper Cinta ) yang merupakan program Ibu Gubernur Jawa Barat untuk memajukan perempuan Jawa Barat demi mendapatkan haknya menggapai cita-cita.

” Dengan tujuan perempuan di Jawa Barat menjadi perempuan yang inovatif, mempunyai daya saing yang tinggi dalam rangka membangun keluarga Sakinah Mawadah Warohmah dan juga keluarga yang mempunyai nilai ekonomis, sehingga Jawa Barat Juara Lahir dan Batin” ujarnya.

Sambung Rudy, tentunya selaku Bupati Garut dirinya merasa gembira Dinas pengendalian penduduk Keluarga Berencana pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Garut di bawah pimpinan Bapak Toni Tisna Somantri dan kawan – kawan ini luar biasa.

” Saya berharap dan mengajak di Kabupaten Garut ini. Ayo ibu-ibu kita perbaiki Hari ini, Saya prihati atas kejadian baru – baru ini di kabupaten Garut tepatnya di Kecamatan Malangbong, adanya kasus yang saat ini ditangani Polres Garut, seorang bapak tega menggauli anaknya sendiri karena faktor kemiskinan.

” Ini mesti ada sesuatu yang harus kita perbaiki. Ayo kita kembali kepada jati diri kita, kita adalah Aparatur Sipil Negara dan saya beserta dokter Helmi mendapatkan amanah dari rakyat 5 tahunan, kami mempunyai amanah 5 tahun lagi dibantu oleh ibu dan bapak sebagai aparatur sipil negara ayo kita selesaikan masalah itu, masalah kemiskinan masih ada di Kabupaten Garut. Angka kemiskinan Garut 9,28% artinya kalau penduduk Garut 2,7 juta maka masih ada kurang lebih 250.000 orang yang masih miskin, kalau rata – rata satu keluarga ada 4 berarti masih ada 65000 keluarga berada dalam Garis kemiskinan” jelas Rudy.

Kedepan sambung Rudy , kita akan memiliki teknologi untuk menditeksi mana saja keluarga miskin yang memang layak untuk dibantu dengan memasang sebuah Chip yang di pasang di rumah warga kategori miskin.

” Nantinya kita bisa tahu warga yang 65000 itu yang mana saja wajib di bantu, 65 ribu itu akan kita perhatikan, kita perbaiki dengan bantuan dari anggaran APBD 50 Milyar” ungkap Rudy.

Diakhir sambutan Bupati kembali menekankan tentang pentingnya PHBS yang tidak paham tentang STBM.

” Mari kita lakukan dengan baik, dengan program – program yang ada di STBM “, pungkasnya.

Sementara itu Teguh Santoso Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat mengatakan terima kasih kepada Pemerintah kabupaten Garut yang telah membanti suksesnya acara ini dalam memperingati Hari Keluarga Nasional, Hari Anak Nasional dan Launching Sekoper Cinta. (*)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN