BMI Kota Tasik Tegaskan, Kasus H.Aas Murni Pidana Bukan Agama

141
M Faridz Sekretaris BMI Kota Tasikmalaya

Jurnalis : Tono Efendi

TASIKMALAYA, (KF) – Sekretaris DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Tasikmalaya, M Farid mengatakan, terkait kasus hukum yang menimpa H.Aas Hasbuna adalah murni dugaan tindak pidana UU ITE, bukan masalah agama. Siapapun yang memberi dukungan moral terhadap Ketua Umum DPP GAZA Indonesia itu, termasuk ulama atau tokoh masyarakat, sah-sah saja.

Demikian yang diutarakan M.Farid, Sekretaris DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Tasikmalaya, kepada sejumlah media, Senin (16/10/2017) sore.

Faridz pun beragumen, terkait permasalahan ini, jangan dulu berbicara salah dan benar, karena persoalan ini baru masuk pintu persidangan. Apalagi menggiring opini bahwa masalah ini masalah agama, katanya.

Menurutnya, masalah ini tidak ada persoalan pribadi dengan H.Aas. tapi jika dicermati, masih kata dia, perilaku atau sikap tersangka di media sosial beberapa waktu lalu, mendorong pihaknya untuk melaporkan ke kepolisian.

Oleh karena itu, penyelesaian melalui jalur hukum, agar terhindar dari konflik sosial, karena PDI Perjuangan mempunyai kader dan anggota serta pendukung fanatik. “Kami ingin memberikan pelajaran kepada tersangka, dan permasalahan ini tentunya bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengungkapkan sesuatu di media sosial”, ucapnya.

Lebih lanjut Faridz menegaskan, kader PDI Perjuangan tidak pernah mengintervensi pihak penegak hukum dalam permasalahan ini. Buktinya, kasus ini sangat lelet diproses, kejadiannya di bulan Desember 2016, masa baru sekarang di penghujung 2017 baru masuk tahap persidangan,” tanya dia.

Jurnalis : Tono Efendi

BAGIKAN