Bukan Hanya Meninggal Dunia Yang Dinyatakan Hilangpun Dapat Memperoleh Santunan

134

Foto: dra Sungai Cimanuk Garut
Foto: dra
Sungai Cimanuk Garut
KF,- Pemerintah Kabupaten Garut kembali menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa uang tunai sebesar Rp 430.550.000.- Bantuan itu diterima oleh Bupati Garut Rudy Gunawan didampingi Sekda Iman Alirahman dan disaksikan rombongan Komisi VIII DPR RI, serta para Kepala SKPD Kab. Garut, Selasa (25/10/2016).

Ardhi Karyono Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam pada Kementrian Sosial (Kemensos) RI menyampaikan,
Setiap korban meninggal akibat bencana banjir bandang sungai Cimanuk akan mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta. Begitu pun korban hilang yang jasadnya belum ditemukan. Sedangkan bagi korban yang masih hidup akan mendapatkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp 10 ribu per orang per hari selama tiga bulan. Selain itu, mereka juga para korban akan mendapatkan bantuan pelengkap atau pendamping sosial sebesar Rp 3 juta per kepala keluarga. Bantuan itu akan diberikan menjelang masuk pada tempat relokasi.

Bahkan, Pemerintah Kab. Garut juga sudah mengajukan anggaran untuk pendamping sosial selama tiga bulan itu sebesar kurang lebih Rp 2,5 miliar.
“Dana itu sudah siap tinggal ditandatangani oleh Menteri Sosial saja.” ujarnya.

Sambung Ardhi menyebutkan, hingga saat ini Kemensos telah menyalurkan santunan kepada 33 korban meninggal dunia yang jasadnya telah ditemukan. “Semuanya kan ada 34 korban. Tapi yang satu masih dikatakan mister X karena identitasnya belum lengkap. Maka yang sudah diberikan itu sebanyak 33 korban.” jelasnya.

Lebih lanjut Ardhi menerangkan, santunan bagi korban hilang yang jasadnya belum ditemukan akan diberikan tentunya, jika sudah dilengkapi keterangan atau kelengkapan administrasi oleh Pimpinan daerah, yang menyebutkan bahwa korban itu benar-benar hilang karena bencana.
“Kalau jasadnya belum ketemu, harus dilengkapi administrasi lengkap berikut ahli waris nya. Ya jelas harus ada keterangan dari bupati. Kita sederhana saja, sebutkan bahwa ini korban bencana dan ada ahli warisnya.”pungkasnya.(J.Gunawan/dra)

BAGIKAN