Buntut dari Rotasi dan Mutasi, Kini Mulai Mengeluarkan Aroma Tak Sedap

255

Koran-Fakta.Com {KF}.- Buntut Rotasi dan Mutasi Pejabat Eselon III dan IV yang baru lalu dilingkungan Pemkot Tasikmalaya, ternyata kini mengeluarkan aroma kurang sedap. Bahkan sejumlah ASN mengakui merasa kurang puas dengan rotasi mutasi tersebut. Alasan tidak sesuai daftar urut kepangkatan dan tertipu oleh oknum yang mengaku kerabat pejabat Kota Tasikmalaya, kini mulai mengemuka. Bahkan ada rumor yang menuding ada sejumlah titipan orang dekat isteri walikota.

Aroma kurang sedap itu, kini mulai terdengar nyaring di beberapa kalangan ASN. Bahkan tidak sedikit ASN yang merasa tertipu oleh oknum yang mengaku ngaku kerabat dekat pejabat Kota Tasikmalaya yang menjanjikan dapat memuluskan perpindahan dalam mutasi tersebut dengan syarat menyetorkan sejumlah uang yang nilainya jutaan rupiah.

“oknum yang mengaku saudara dekat dengan pejabat itu menyanggupi dapat memindahkan posisinya dari kecamatan menjadi lurah. Lalu korban memberikan uang Rp 2 juta, tapi anehnya setelah ditunggu tunggu bahkan saat rotasi dan mutasi korban tidak mendapat undangan acara mutasi, ” terang salah satu sumber yang minta namanya dirahasiakan kepada wartawan.

Bahkan saksi sumber tersebut meyakini, jika masih banyak korban korban yang dijanjikan oleh oknum yang mengaku kerabat pejabat tadi.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Tasikmalaya Gungun Pahlagunara saat ditemui koran-fakta.com, Kamis (22/8/2019) pagi tadi di kantornya tidak berada ditempat, menurut staf nya sedang Diklatpim di Jogyakarta.

Begitupula dengan Kabid pengembangan mutasi dan kepangkatan Uwe Suwatasih, S. Sos sedang dinas luar ke Kabupaten Kuningan.

Namun menurut Devi Nafiana, SS. TP ME. Kepala sub bidang Pengembangan dan Mutasi pada BKPPD Kota Tasikmalaya, membantah tuduhan tersebut.

Menurut Devi, tudingan sejumlah beberapa berkas orang dekat ibu Walikota di mejanya yang mengajukan rotasi dan mutasi, dibantah keras.

“Tidak benar tudingan itu, saya sama sekali tidak pernah dan tidak mau menerima berkas titipan dari siapapun termasuk berkas titipan dari Pa walikota atau Ibu walikota, kecuali dari atasan saya langsung Bu Kabid dan Pa Kaban,” tegas Devi.

Terkait rotasi dan mutasi yang baru lalu tidak menggunakan daftar urut kepangkatan, menurutnya kini peraturan tersebut telah dirubah dan PP Dukmas telah dihapus.

“PP dukmas sudah dihapus, saat ini melui asissment serta penilaian tersendiri, jadi tidak hanya dari pangkat sajaz tetapi pengalaman kerja juga jadi penilaian atau mery system, ”terangnya.

Sementara itu terkait ada keresahan di lingkungan ASN ada yang mengaku oknum kerabat Sekda Kota Tasikmalaya yang memberikan janji dapat memindahkan dengan memberikan sejumlah uang hingga jutaan rupiah, Devi tidak tahu menahu ada gejolak seperti itu.

“Saya malah baru denger dari media jika ada oknum yang melakukan demikian, yang jelas kita bekerja selalu profesional dan mengikuti aturan, ”pungkas Devi. (tono efendi)

Editor : Indra R

BAGIKAN