Bupati Garut Angkat Bicara Terakait Ojol dan Opang

189

GARUT, (KF)-. Bupati Garut Rudy Gunawan menanggapi perselisihan antara ojek online (Ojol) dan Ojek Pangkalan (Opang) yang sempat berselisih dalam dua hari terakhir ini,

Bupati Garut Rudy Gunawan, menyampaikan, tolonglah sabar dulu semua pihak, jadi sekarang akan ada regulasi tentang ojek online juga. Sebenarnya pemerintah ini ingin menjadikan alat transportasi umum itu mendapatkan perlindungan, baik perlindungan dari kecelakaan kerja dan sebagainya,

“kalau memang ojek online, ia harus ada STNK, dan SIM, jadi kan terukur. Tapi ojek pangkalan sini sebagai mata pencaharian, juga sama untuk mendapatkan perlindungan,” ucap saat ditemui usai melantik BPD se Kabupaten Garut, di lapang Setda Garut, Senin (14/06/2019)

Sambungnya, memang ada satu keributan dan kami telah berkoordinasi, dengan kepolisian dan dishub,

” sebenarnya kalau polisi melakukan tindakan sudah bagus, tapi memang kemarin diduga ada provokasi. Dan kami mohon nanti supaya ojek online tidak melakukan sweeping ke tempat tempat di mana ada ojek pangkalan, atau melakukan hakim sendiri, mari kita duduk satu meja,” ujarnya

Lebih jauh Rudy menjelaskan, untuk ojek online sendiri saya sudah mengirim surat bahwa ojek online yang roda dua itu belum ada pengaturannya, dan kemarin kemarin saya sudah ketemu dengan pihak ojek online dari Bandung,

” katanya sekarang sudah ada peraturan nya, karena itu juga kita akan lihat, saya belum baca sebenarnya aturan yang baru 2019 itu,” tandasnya

Menurut Rudy, sementara untuk di Perda kan pihaknya (Pemkab-red) akan melihat dulu isi dari peraturan tersebut

” nanti kita lihat, pasalnya saya belum baca sebenarnya aturan yang baru 2019 itu. Di sini kita juga harus bisa memperhatikan berbagai aspek yang ada di sektor ojek ojek pangkalan itu puluhan ribu orang mata pencahariannya banyak di situ, dan pemerintah daerah itu tidak bisa grasak grusuk, tapi kami terus akan melihat berbagai aspek. ya, tapi kalau memang sudah saatnya ada perda. Kita Perda kan biar ada peraturan yang lebih jelas, dan nanti kita kaji dulu di Dinas Perhubungan, ” paparnya ( J Gunawan)

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN