Bupati Garut Harus Konsisten Dengan Apa Yang Menjadi Pernyataannya Dihadapan Ribuan Guru Honorer.

101
Juju Hartati saat dijumpai Koran-fakta.com usai menghadiri Audensi.

GARUT, (KF).- Hasil audensi Bupati Garut dengan perwakilan Guru Honorer yang diwakili oleh PGRI dan DPC PAGAR Garut yang dilaksanakan di gedung DPRD Garut Selasa 18 September 2018 menghasilkan beberapa keputusan.

Bahkan dihadapan masa pengunjuk rasa Bupati Garut mengatakan, akan mengeluarkan Surat Keputusan Penugasan bagi para Guru Honorer yang ada di kabupaten Garut dengan pertimbangan hasil study banding para anggota DPRD dan pejabat pemerintah Garut.

” Pertanggal 1 Oktober 2018 SK Penugasan bagi Guru Honorer akan dikeluarkan oleh Pemkab Garut”, Seraya berkata dalam orasinya dihadapan ribuan pengunjung rasa.

Selain itu tambah Rudy Gunawan, Garut baru saja menerima SK Kemenpan RB terkait kuota CPNS katagori 2 sebanyak 230 orang dan lainya untuk Umum.

” Kuota 230 orang tersebut telah Pemkab terima bersama penunjukan kuota sekolahnya, semenyara yang diusulkan sebanyak 1200 orang,” jelas Rudy.

Sementara ditempat terpisah, Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan kabupaten Garut, Juju Hartati menyatakan pihaknya atas nama fraksi akan konsisten memperjuangkan hak-hak guru honorer Se-kabupaten Garut.

” Jadi pernyataan-pernyataan yang keluar dari isu kemaren yang kurang mengenakkan sekarang sudah terpecahkan, dan tentunya juga Bupati Garut Rudy Gunawan harus konsisten dengan apa yang menjadi pernyataannya,” Tegas Juju

Ditegaskannya, Misalkan dari pemerintah tidak konsisten, dan tidak serius ditanggapinya, maka kami akan mengeluarkan hak-hak kami.

“Baik itu hak interpelasi ataupun hak lainnya,” Ungkapnya.

Wartawan : Indra R

Editor : Van’s

BAGIKAN