Bupati Garut, Hentikan Pengerjaan Jalan Poros Cilawu-Banjarwangi dan Sampaikan Maaf Pada Perum Perhutani

407

Koran-Fakta.com, (KF).- Banyaknya protes dan belum beresnya Analisa Dampak Lingkungan (Amdal). Akhirnya Bupati Garut Rudy Gunawan menghentikan pembangunan jalan poros tengah Garut yang menghubungkan Cilawu dengan Banjarwangi.

” Pertama ini adalah perencanaan yang sudah lama, dari kami, untuk membackup lawang angin di Cikajang yang rawan longsor, kedua itu memang diperlukan,
untuk mempercepat aksesibilitas termasuk juga wisata di sana, ” Hal tersebut dikatakan Bupati Garut saat ditemui para awak media, usai menerima kunker di Pamengkang Garut, Jum’at(28/02/2020)

Lanjut Bupati, tapi juga kami memaklumi, bahwa di situ adalah tanah perum perhutani, kami juga ingin mengajukan izinnya dulu dan kami stop sekarang ini, untuk membereskan izin perhutani dan amdalnya.

” kalau dari masyarakat dan sebagainya, kita ada. karena itu kan hanya tanah masyarakat dan tanah kebanyakan perum perhutani. jalan poros tersebut panjangnya 8 KM, jadi kalau orang mau ke Banjarwangi atau mau ke mana ke Singajaya tidak perlu lewat Tasik yang jauh itu, ” sebetulnya ini banyak manfaatnya, kita bisa memotong jalan hampir 1 jam, ” Ungkapnya

Ia pun mengakui, untuk masalah ganti rugi dengan masyarakat, sebetulnya masyarakat telah menyerahkan secara sukalera. “Tapi kami pun akan bantu sedikit untuk ganti rugi,” Kata Rudy

Sementara dengan Perum Perhutani, sebelumnya sebetulnya kita ada koordinasi dengan perhutani tapi izin lengkapnya tidak,” ya kalau lisan lisan sih ada dari dulu, tapi memang kami salah, kami tidak ada surat resmi. Tapi kami ajukan surat resmi, saya kira enggak ada masalah, pokonya kita hentikan dulu semuanya, ” Tuturnya

Lebih jauh menjelaskan, kegiatan itu adalah swakelola tipe satu. Swakelola tersebut telah diatur di Perpres no 16 tahun 2018, kami ini hanya membuka badan jalan saja, dan belum ada pengerasan jalan dengan Anggaran Rp. 3,2 Miliar untuk membangun badan jalan di 8 KM,

” kami hentikan dan alat berat hari ini ditarik, pokoknya sudah kita pindahkan ke tempat lain. Semua itu akan diproses setelah izin formal dipenuhi, kami tidak akan berkomentar kami juga salah, kami mohon maaf kepada perum Perhutani bahwa kami juga memahami karena itu penting tapi proses harus dilakukan, ” Pungkasnya ( J Gunawan)

BAGIKAN