Bupati Marah Proyek Amazing Garut Terganggu.

296

Salah satu proyek yang kini belum selesai pembangunannya
Salah satu proyek yang kini belum selesai pembangunannya
KF.-Bupati Garut Rudy Gunawan mereasa kecewa.dengan sejumlah proyek pembangunan yang menjadi program Amazing Garut yang nilainya diatas Rp 2 miliar dipastikan tidak akan selesai pada waktunya.

Menurut Bupati Garut H Rudy Gunawan, Senin(24/10).  Proyek Amazing Garut yang banyaknya sekitar 40 proyek di atas anggaran Rp 20 milyar itu hampir 80 persen pengerjaanya tidak sesuai harapan, Baik itu ketidaksesuaian perjanjian dan target waktu pembangunan atau pun spesifikasi pembangunan itu sendiri, termasuk kwalitasnya. “Ya jelas kita kecewa dengan pekerjaan mereka yang tidak sesuai dengan perjanjian, sehingga program Amazing Garut pun terganggu,” kata Bupati, Senin (24/10/2016) Kmarin

Lebih jauh dikatan Rudy, proyek-proyek yang dinilainya tidak profesional tersebut di antaranya proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) yang berada di Kec. Tarogong Kaler, Mesjid Islamic Center di Kec. Garut Kota, Kantor Disnakanla di Kec. Tarogong Kidul, Ruas jalan Telaga Bodas di Kec. Pangatikan, sejumlah ruas jalan lainnya di wilayah selatan Garut, serta sekitar 18 pembangunan Puskesmas di sejumlah Kecamatan yang kini pembangunanya pun terkatung-katung. “Proyek pembangunan itu mestinya harus sudah selesai pada Desember mendatang. Bahkan pembangunan Mesjid Islamic Center harus sudah selesai pada bulan November depan.
Kita nilai tidak mungkin akan selesai pada waktunya dan banyak lagi proyek yang belum selesai dengan hasil yang diharapkan, sedangkan berdasarkan kesepakatan kontrak proyek itu sampai November dan Desember,”Ungkapnya.

Lanjut ia, hal tersebut terjadi karena tidak ada keseriusan saja dari para pemborongnya. Dalam kesempatan itu pun bupati sempat memuji beberapa proyek yang dianggapnya bagus, misalnya proyek pembangunan Pasar Wanaraja, pembangunan Perpustakaan, dan ada lagi beberapa pembangunan lainnya. Atas dasar banyaknya proyek pembangunan yang tidak sesuai dengan perjanjian. Maka Bupati pun mengancam akan menghentikan dan memutus kontrak, dengan dibayar berdasarkan apa yang sudah dikerjakan.
“Kalau pekerjaan proyek belum selesai pada waktunya dan tidak sesuai target proyek dipastikan akan putus kontrak, dan akan diberhentikan. Kalau pembayaran akan disesuaikan berdasarkan apa yang sudah dikerjakan, selanjutnya pengerjaan proyek yang belum selesai akan kembali dilakukan lelang yang diumumkan pada bulan Desember dan terus dikerjakan nanti awal tahun 2017.” tegasnya.

Bupati pun menyebutkan, selain ketidakseriusan para pemborong, juga pengawasan yang kurang. Ditanya apakah tenaga pengawasannya yang masih kurang, Bupati langsung membantahnya, “Ah tidak, cukup kok dengan tenaga yang ada juga. Makanya saya akan tanya ke Irban di Inspektorat alasanya, kenapa sampai saat ini terjadi. Ya terpaksa kami harus tegas, dari pada nanti diketahui BPK lebih baik oleh kami dulu. Pokoknya, tidak sesuai perjanjian, pembangunan akan dihentikan, putus kontrak, saya tidak akan main-main,” tegasnya.

Sementara ditempat terpisah, Ketua Kadin Garut, Deden Sofyan sangat setuju dengan rencana Bupati Garut yang akan menghentikan dan memutus kontrak kerja proyek pembangunan yang tidak sesuai dengan perjanjian. Namun, Deden mengingatkan, sebelum melakukan hal itu harus dilakukan dulu pengkajian. “Memang itu sudah ada aturannya. Tapi lebih baik kan dikaji dulu, penyebab keterlambatan itu apa, kalau masalah cuaca atau ada bencana jelas itu dapat dimaklumi. Namun saya berharap waktu yang tersisa mudah-mudahan proyek itu dapat selesai pada waktunya,” kata Deden di Lapang Golf Flamboyan Ngamplang Cilawu Senin (24/10) Siang.(dra R)

BAGIKAN