Bupati: Tahun 2019 Garut Akan Bebas BABS

99

(KF).-Bupati Garut, Rudy Gunawan mencanangkan pada tahun 2019 mendatang Kabupaten Garut bebas buang air besar sembarangan (BABS). Dan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat akan segera diwujudkan. Menurut Bupati, deklarasi di Kecamatan Karangpawitan ini yang ke 100 desa dari sebanyak 421 Desa yang ada di Kabupaten Garut.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 8 desa dan 2 kelurahan membacakan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan yang dibacakan oleh Ketua Apdesi Kec. Karangpawitan, H. Aep Saepuridin, Kepala Desa Lebakagung. _20161018_193129
Targetnya pada tahun 2016 ini menjadi 120 desa bebas dari BABS, pada 2017 akan terus bertambah lagi yang akhirnya pada tahun 2019 mendatang ditargetkan seluruh Desa di Kabupaten Garut bebas buang air besar sembarangan (BABS).
Bupati Garut menjelaskan,
“Dulu kan hanya tiga desa, tapi selams tiga tahun bertambah menjadi 100 desa, saya targetkan pada tahun 2019 Garut akan bebas Open defecation free (ODF) atau BABS,” Kata Bupati usai memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Se Dunia Tingkat Kabupaten Garut di Perum Bumi Cempaka Indah, Kel. Lebakjaya, Kec. Karangpawitan, Selasa (18/10/2016).
Bupati mengungkapkan, untuk menjadikan masyarakat bebas BABS sangat susah, karena beberapa faktor, misalnya karena ekonomi, kebiasaan, dan daerahnya luas.
“Kalau banyak uang mah membuat WC itu bisa di rumah bahkan di dalam kamar. Kalau sudah kebiasaan juga akan sulit merubahnya terutama di daerah pasisian,” ucapnya.
Oleh karena itu, kata Bupati, dirinya membuat komitmen dari mulai anak-anak harus mulai hidup bersih. Karena dalam lima pilar itu disebutkan, yakni stop buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Rudy menyebutkan, untuk membuat Garut bebas dari BABS dananya cukup besar, yakni sekitar Rp 20 miliar. Namun dana tersebut jika dibagi-bagi tentunya akan mendapatkan jatah tidak seberapa.
“Misalnya di Garut ini terdapat 421 Desa atau sekitar 8.000 RW. Coba kalau uang itu dibagikan ke setiap RW paling menerima seberapa. Kecil kan, tapi anggaran itu bisa didapat dari manasa saja saling mendukung,” pungkasnya. (JGunawan)

BAGIKAN