Bupati Tasik Menunggu Karya Nyata TPKAD Dalam Pecahkan Solusi UKM

237

Jurnalis : Tono Efendi

Tasikmalaya, (KF)- Industri jasa keuangan adalah instrumen yang sangat penting dalam rangka percepatan perekonomian masyarakat. “Peran perbankan dan lembaga keuangan lainnya dapat membantu cepatnya perputaran ekonomi, dengan demikian daya beli masyarakat akan meningkat. Tetapi sebaliknya,  jika industri jasa keuangan sulit mendistribusikan pembiayaan kepeda masyarakat, maka daya beli masyarakat akan menurun, “ungkap  Bupati Tasikmalaya H.Uu Ruzhanul Ulum,SE dalam sambutannya pada acara pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan di Daerah (TPKAD). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Uu melakukan Penandatangan Komitmen Bersama Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi (SATGAS WI) kabupaten Tasikmalaya, di Pendopo Lama Kab.Tasikmalaya, Selasa (31/10/2017).

Menurut Bupati, Sebagai organisasi yang baru dikukuhkan, dirinya berharap, TPKAD  akan mampu mendorong dan melakukan terobosan-terobosan agar kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan dari jasa industri keuangan dapat terpenuhi.

“Berbagai terobosan dapat dilakukan, masyarakat sangat membutuhkan kucuran  kredit untuk permodalan usaha mereka. TPKAD dapat menjadi solusi jika melakukan pergerakan agresif ditengah masyarakat. Jangan sampai setelah dikukuhkan tidak ada pergerakan, lebih baik mengundurkan diri saja, “tegasnya.

Dia pun menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sangat menunggu karya TPKAD  sehingga masyarakat yang bergerak pada sektor usaha kecil menengah dapat merasakan kehadirannya. “Tugas pemerintah adalah menyejahterakan masyarakatnya, peran TPKAD dapat membantu tugas pemerintah tersebut dalam membantu peningkatan perekonomian masyarakat, “imbuh Bupati.

Sementara itu, Kepala OJK Regional II Provinsi Jawa Barat, Sarwono mengatakan, TPKAD Kabupaten Tasikmalaya yang telah dikukuhkan, diharapkan dapat memberikan manfaat dalam rangka mengatasi permasalahan akses keuangan.”Banyak masyarakat yang bertanya hubungan OJK dan TPAKD. Jawabnya adalah, OJK mengawasi jasa keuangan agar kinerjanya sehat dan industrinya baik sehingga dapat mengatasi masalah keuangan dan industri keuangan dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian dan menyediakan akses keuangan daerah dalam pengertian masyarakat supaya dapat memiliki akses untuk mendapatkan akses keuangan. TPKAD adalah dalah satu solusi untuk membantu masyarakat yang kesulitan megakses keuangan karena keterbatasan pemahaman mereka terhadap industri jasa keuangan,” jelas Sarwono.

Terkait satgas waspada ivestasi [SWI] Kepala OJK Tasikmalaya Asep Riswandi menjelaskan, satgas dibentuk untuk memberi rasa aman bagi masyarakat dalam melakukan investasi keuangan dan masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih awal terhadap penawaran investasi yang diduga illegal di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

OJK membentuk tim kerja Satgas SWI yang beranggotakan OJK Tasikmalaya, Kepolisian Resort Kabupaten Tasikmalaya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tasikmalaya, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dinas Koperasi,Usaha Kecil, dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tasikmalaya.

BAGIKAN