Bupati Tasikmalaya : “Kades Dzolim Tak Bisa Merangkul Pendukung Yang Kalah”

65

Jurnalis : Tono Efendi

Kab.Tasikmalaya, (KF)- Bupati Tasikmalaya, H.U.Ruzhan Ulum,SE., Menegaskan kepada para Kepala Desa setelah dilantik, untuk bisa berkomunikasi yang baik, berbaur dengan masyarakat serta memeberikan ketenangan dan kenyamanan kepada masyarakatnya. “Pemimpin yang amanah harus bisa membuat rasa aman dan nyaman, tidak ada lagi seorang pemimpin yang mementingkan kelompoknya tapi harus bisa merangkul pendukung yang kalah”, tegas Bupati Uu dalam paparannya saat melantik 69 Kepala Desa Se-kabupaten Tasikmalaya Periode 2017-2023, Senin (18/12/2017) pagi tadi, Di Aula Pendopo Kabupaten Tasikmalaya Jl.Bojongkoneng Singaparna.

Lebih lanjut Bupati Berpesan, agar Kepala Desa yang baru dilantik ini, bisa menjadi panutan masyarakat, tidak angkuh dan sombong, harus menjadi pemimpin yang adil dan tidak dzolim. “Seorang pemimpin harus adil, tidak boleh dzolim, apalagi sampai tidak mengakomodir mereka yang tidak mendukung saat pencalonan, baik itu warga ataupun aparatur desa, harus dirangkul kembali, bukan dijauhi, karena yang demikian bukan ciri pemimpin yang tidak adil, itu adalah ciri pemimpin yang dzolim kepada masrakatnya sendiri “, ujar Bupati.

Pemimpin itu harus memberikan kemudahan, kehidupan masyarakat harus dipermudah dengan para pemimpin hari ini. “Kepala Desa yang baru dilantik, Harus bisa menciptakan rasa aman nyaman dan damai, tidak ada lagi kades yang memilah milih warga yang tidak mendukung, atau aparat desa yang tidak mendukung, sehingga kades tersebut se enaknya Membuat kebijakan”, tegas Bupati.

Kades harus Mengayomi dan mendengarkan aspirasi masyarakat, Jangan sampai kades adigung dan sombong sebagai pemimpin.

Kades pun harus bisa terampil, bisa bicara dan pidato. Oleh karena itu kades harus sering tampil dan berbaur dengan masyarakat. Jangan Sampai kades “baragegeh” dimasyarakat, harga diri akan rusak jika seorang kades berprilaku demikian. “Orang sombong tidak disukai oleh siapapun termasuk Alloh. Ulah heras beuheung, ulah sering tutunjuk, itu watak kesombongan seorang pemimpin yang dzolim.”, Katanya.

Kepala desa kudu gaul, fungsikan penglihatan dan pendengaran, sering bergaul bukan hanya di desa nya, bila perlu kades study banding ke desa yang lebih maju. Bikin sebuah kebijakan kebijakan yang hebat demi kemaslahatan.

Terakhir Bupati menyampaikan amanah, bagi mereka yang kemarin gagal mencalonkan kades, pasti akan sakit hati, tapi akan lebih sakit hati lagi jika seorang Kades yang gagal mensejahterakan masyarakatnya, pembangunan bukan maju malah mundur, situasi dan kondisi masyarakat yang tidak kondusif, tidak ada kenyamanan dalam kehidupan masyarakat, itulah kegagalan yang sesungguhnya menyakitkan bagi seorang Kepala Desa, ungkapnya.

Terpisah Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Tasikmalaya, Zaenal Furqon, mengatakan bahwa Seorang Kepala Desa tidak boleh diskriminatif, karena setelah dilantik bukan milik kelompok masyarakat tapi milik seluruh masyarakat. “Jika ada yg demikian kades tersebut telah melanggar UU tentang Pemerintahan Desa, terutama pasal 29, dan ini bisa dianjurkan oleh BPD karena pelanggaran Undang Undang, dan sanksi nya kades tersebut bisa diberhentikan dengan tahapan peringatan atau teguran kesatu, kedua dan ketiga”, jelas Furqon kepada koran-fakta.com.

Teemasuk Aparatur desa, tidak bisa seenaknya diberhentikan sampai batas usia 60 Thn, kecuali yang bersangkutan mengundurkan diri, atau sakit dan meninggal dunia, Ujar Furqon selaku pengawasan dan pembinaan aparatur perangkat desa termasuk Kepala Desa kepada media, senin (18/12/2017) pagi disela sela acara pelantikan dan pengambilan sumpah 69 Kepala Desa di Aula Pendopo Kabupaten Tasikmalaya.

Editor: Jay AS

BAGIKAN