Bupati Tasikmalaya Lantik Kepala Desa PAW dan Penjabat Kepala Desa

214

KAB. TASIKMALAYA, (KF)- Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto, S.IP lantik dua orang Kepala Desa Pengganti Antar Waktu dan satu orang Penjabat Kepala Desa, yakni Endang Sunarli dan Bangbang Dinar Wahyu sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu Desa Nangewer Kecamatan Pagerageung dan Desa Cilampunghilir Kecamatan Padakembang. Satu orang lainnya adalah Ma’mun dilantik sebagai Penjabat Kepala Desa Cikuya Kecamatan Culamega.

Pelantikan yang dilaksanakan di Pendopo Lama pada Selasa (15/01/2019) kemarin dihadiri oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, para Asisten Sekda Setda Kabupaten Tasikmalaya, Staf Ahli Bupati, para Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Pimpinan BUMD Kabupaten Tasikmalaya, serta unsur terkait lainnya.

“Kami sampaikan selamat kepada Kepala Desa Pengganti Antar Waktu dan Penjabat Kepala Desa, mudah mudahan hari ini bapak – bapak sekalian, tiga orang ini kita lantik bersama-sama semoga kiranya menjadi pemimpin yang amanah yang betul – betul menjadi pupuhu, menjadi bagian dari pemecahan permasalahan yang terjadi di masyarakat dan mudah – mudahan bapak – bapak sekalian kali ini diberi kekuatan lahir batin dalam melaksanakan amanahnya, dipanjangkan usianya, rizkinya selamat dunia akherat dan mudah – mudahan dijadikan oleh Alloh SWT sebagai ibadah “, terang Bupati Tasikmalaya saat menyampaikan amanatnya.

Bupati juga mengingatkan, sejak diucapkannya sumpah jabatan, sumpah dihadapan Alloh dan manusia sebagai seorang pemimpin, yang akan di minta pertanggungjawabannya oleh Alloh dan Masyarakat, seorang pemimpin harus memberikan manfaat kepada setiap orang yang dipimpinnya tanpa memilah-milah. “Menjadi pemimpin mudah dibilang tetapi susah untuk dipraktekan”, jelasnya.

“Pamimpin teu meunang euweuh jeung teu meunang riweuh”, terang Bupati. Menurutnya seorang pemimpin dituntut untuk memberikan sebagian waktunya, hartanya, pikirannya, dan keringatnya untuk melayani masyarakat, serta seorang pemimpin tidak boleh mengatakan “tidak bisa” karena masyarakat menganggapnya akan selalu dapat memberikan solusi bagi semua persoalan yang dihadapi masyarakat. Selain itu, pemimpin juga harus selalu menanamkan keikhlasan dan kesabaran dalam menjalankan tugasnya, karena sebaik apapun melaksanakan tanggungjawabnya pasti akan selalu ada kritikan dan ketidakpuasan dari masyarakat. “Pamimpin kudu boga sifat maklum ka jelema nu teu maklum”, pungkas Bupati.

Jurnalis : Tono Efendi

Editor. : J wan

BAGIKAN