Camat di Garut Menjadi Garda Terdepan Dalam Gerakan Indonesia Sadar Administrasi.

99
Ket foto : Camat Garut kota serta Tarogong kidul Saat Foto bersama Bupati Garut, H.Rudy Gunawan serta Kepala Subdirektorat Monitoring dan Dekumentasi Pada Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil RI, Moh, Zain Afif. Saat foto bersama.

GARUT, (KF).- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut, gelorakan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA). Hal itu dilakukan untuk mendorong masyarakat lebih sadar pentingnya administrasi.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pendopo, Alun-alun kabupaten Garut tersebut turut dihadiri Bupati Garut, H.Rudy Gunawan SH.MH serta Kepala Subdirektorat Monitoring dan Dekumentasi Pada Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil RI, Moh, Zain Afif. Rabu (19/12/2018) Siang.

Dalam sambutannya, Bupati Garut Rudy Gunawan, SH, MH, mengatakan, dokumen kependudukan sangat penting bagi setiap warga, karena setiap kegiatan apapun menggunakan bukti diri dan memperoleh kepastian hukum. Makanya, masyarakat mari bersama-sama untuk sadar akan administrasi kependudukan.

“Sosialisasi ini, sebagai tindak lanjut peluncuran GISA tingkat nasional. Perlu diketahui KTP saat ini menjadi tren kebutuhan pokok dan kepentingan politik karena memiliki kepastian hukum pada seseorang,” Ujarnya

Lanjut ia. Untuk sukses program GISA ini, Rudy berharap, seluruh camat segera membantu Disdukcapil untuk menyosialisasikan ke tingkat desa. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang belum tertib dokumen kependudukan segera melengkapinya.

“Penerbitan KIA nantinya merupakan bentuk tanggung jawab kita terhadap anak, karena dengan adanya KIA, pelayanan publik bagi sang anak akan lebih mandiri. Selain itu, KIA mampu mencegah perdagangan anak, dan beragam keperluan lain yang membutuhkan bukti diri berupa identitas bagi anak,” katanya.

Rudy juga menuturkan, saat ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, terus melakukan penjemputan bola dalam proses perekaman E-KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA) serta administrasi kependudukan, kesetiap tingkat Kecamatan. Yang mana salah satunya menurunkan kendaraan pelayanan.

“Sekarang di Kabupaten Garut, di setiap Kecamatan sudah bisa melayani proses perekaman E-KTP. Garut baru bisa melakukannya tahun 2018,” jelasnya

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyinggung, sulitnya untuk mendapatkan blanko E-KTP. Bahkan, menyampaikan langsung pada Kepala Subdirektorat Monitoring dan Dekumentasi Pada Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil RI, Moh, Zain Afif.

“Kabupaten Garut, masih kesulitan untuk mendapatkan blanko E-KTP. Yang mana kebutuhan untuk satu tahun mencapai 200 ribu blanko,” ucapnya.

E-KTP sekarang ini bisa dikatakan sebagai alat politik. Yang mana pada saat Pileg dan Pilpres 2019, masyarakat bisa mencoblos dengan catatan harus memiliki E-KTP.

“Kalau tidak memiliki, sama sekali tidak bisa menyalurkan hak pilihnya. Hal itu berdasarkan perundang-undangan,” terangnya

Ditempat terpisah Kepala Subdirektorat Monitoring dan Dekumentasi Pada Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil RI, Moh, Zain Afif, mengatakan, program GISA yang diluncurkan oleh pemerintah pusat bertujuan agar masyarakat sadar akan pentingnya administrasi kependudukan.

“Dengan GISA, masyarakat di sadarkan akan pentingnya administrasi kependudukan,”Katanya

Ia menambahkan, setiap penduduk Indonesia wajib hukumnya tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Yang mana hal tersebut salah satunya untuk mempermudah dalam melakukan pelacakan.

“Misalnya, kalau ada kejadian kecelakaan orang tersebut tidak membawa identitas, dengan menggunakan alat yang sudah terkomunikasi dengan data base kependudukan, akan mudah terlacaknya,” kata Zain.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Garut, Rina Siti Syabariah, mengatakan, pihaknya sudah membentuk garda terdepan untuk mensukseskan program GISA. Yang mana seluruh camat merupakan salah satu garda terdepan.

“Kami sudah menyiapkan seluruh camat sebagai garda terdepan,” ucapnya.

Selain menyiapkan garda terdepan, Rina juga mengaku, akan membentuk satu Kecamatan dan satu Desa dijadikan daerah Gerakan Indonesia Sadar Administrasi.

Laporan : Indra R

Editor : Van’s

BAGIKAN