Catatan Detik-detik Jelang Pelaksanaan Pemilu 2019.

222
Ket foto : Muhlis Munawar,.SE salah seorang Penggiat sosial dan politik di kabupaten garut. (Foto istimewa)

GARUT, (KF).- PENYELENGGARAAN Pemilihan Umum (PEMILU) Pilihan Presiden (PILPRES) dan Pilihan Legislatif (PILEG) DPRD TK II dan I, DPR RI dan DPD secara serentak di seluruh Indonesia hanya tinggal menghitung detik-detik pencoblosan di bilik suara.

Sehingga harapan masyarakat Indonesia dalam merindukan perubahan senantiasa harus menjadi nilai utama dalam menciptakan perubahan menuju indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing. Dengan terpilihnya pemimpin yang ideal dan berkualitas yang mampu menjawab tentang problematika bangsa dan negara, hal itu disampaikan Muhlis Munawar,.SE salah seorang Penggiat sosial dan politik di kabupaten garut

“Penyelenggara PEMILU di uji integritas nya sebagai wasit dalam melaksanakan tugas-tugas negara. Karena menentukan masa depan bangsa kedepan, setidaknya lima tahun kedepan,” ujar Muhlis Munawar. Selasa (16 April 2019) Siang.

Lanjut disampaikan, Adapun hal-hal yang harus dijaga secara konsisiten oleh penyelenggara menjelang pemilihan diantaranya ada beberapa poin yang harus menjadi perhatian, yang mana dalam poin ke satu disebutkan Penyelenggaraan pemilu dari awal perencanaan, pelaksanaan sampai pada proses pengambilan keputusan di tinggkat TPS aman terkendali dan dapat berjalan lancar.

Kemudian poin ke dua. Pada proses perhitungan yang cukup lama diharapkan masyarakat ikut membantu memantau penyelengara pemilu baik di tingkat TPS sampai di tingkat pleno kecamatan.

Dalam poin ke tiga. Masyarakat agar berpartisipasi untuk membantu mengawasi dan menjaga kondusifikatas perjalanan kotak suara dari tingkat TPS sampai dengan PLENO Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pusat.

“Sehingga kami berharap PILEG dan PILPRES terjamin Intergritas sesuai dengan harapan masyarakat bangsa dan negara,” jelas ia

Sebagai warga negara Muhlis menyampaikan. Kondusifitas ini akan terjaga jika para penyelenggara, pengawas, pemantau, maupun pengaman PEMILU berjalan pada Rel atau aturan yang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau hal itu mampu dilaksanakan insya Allah akan meminimalisir konflik sosial maupun horizontal pasca pemilihan,” pungkasnya. (***)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN