CERITA DI MALAM TAKBIRAN 1440 H “Ketika Sebagian Orang Maksiat di Tengah Gemuruhnya Bacaan Takbir di Mesjid Mesjid”

291

KOTA TASIKMALAYA, (KF) – Setelah selesai sholat berjamaah isya, saya mengumpulkan para santri dan santriyah di Mesjid untuk membagikan sertifikat Pesantren Ramadhan 1440 H. Pembagian sertifikat tersebut diiringi dengan pembacaan takbir, tahlil, tahmid dan tasbih.

Selasa (4/6/2019) malam tepatnya Pukul 22.00 WIB saya keluar dari mesjid menuju Pos Pengamanan Polisi di Bunderan By Pass bergabung dengan aparat Polisi, Pemerintah , TNI,dan Para ulama dari beberapa Ormas Islam untuk melakukan Monitoring Wilayah di malam takbiran.

Pukul 20.30 WIB Team Gabungan Ulama dan aparat bergerak menuju ke sebuah tempat kost kostan di wilayah jalur menuju arah pasar Cikurubuk. Setelah dilakukan pengecekan, kami menemukan sebuah kamar dalam kondisi gelap dan ternyata di dalamnya ada 2 orang wanita dan satu orang laki laki sedang menenggak 2 botol minuman keras.

Setelah ke 3 orang tersebut diangkut ke mobil rangger kepolisian, team bergerak menuju arah eks terminal Cilembang, di sana kami menemukan beberapa orang sedang transaksi minuman keras jenis tuak, dengan barang bukti satu kresek tuak yg sudah dikemas dengan plastik kecil. Mereka pun kita tarik ke mobil kepolisian.

Dari eks terminal Cilembang, Team Gabungan Ulama dan aparat bergerak ke Wilayah Pariwisata Situ Gede,. Di sana kami menemukan beberapa anak anak muda sedang pacaran di pinggir situ dan beberapa anak muda yang sedang mabuk miras. Mereka pun akhirnya diangkut ke mobil rangger kepolisian.

Dari lokasi wisata situ gede, team bergerak menuju jalan Mangin yang kadang dipakai balapan liar, di jalur tersebut Team tidak menemukan sesuatu yg mencurigakan, hanya menyampaikan nasihat dan arahan kepada warga yang sedang mengatur lalu lintas di pertigaan jln mangin, agar bersikap baik, sopan dan tidak memaksa kepada para pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.

Tepat pukul 24.00 WIB, Team Gabungan akhirnya sampai di Mapolsek Mangkubumi, di sana mereka yang tertangkap dibina oleh para Ulama dengan nasihat dan tuntunan pertaubatan. Dari pengakuan mereka, ternyata mabuk dan zina adalah perbuatan yang tidak asing mereka lakukan. Inna Lillahi wainna ilaihi roojiun….!
Adapun persoalan hukum, kami serahkan kepada aparat kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pukul 01.00 WIB dini hari, saya beserta para ulama meninggalkan kantor Polisi dan kembali berbaur dengan masyarakat di Mesjid untuk melanjutkan takbir, tahlil, tahmid dan tasbih sampai datangnya waktu subuh.

“Cerita malam takbiran kemarin, mudah mudahan menjadi perhatian bagi para orang tua, agar senantiasa menjaga anak anaknya supaya tidak terjerumus ke kubangan maksiyat yang ahir ahir ini bagi sebagian anak muda seolah bukan sesuatu yang salah dan dosa”, pungkas Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya Ust Muhammad Yan yan Al Bayani.S.Kom.I., M.Pd,. kepada koran-fakta. (tono efendi/LIF)

Editor : J Gunawan

BAGIKAN