Dana, Sang Pedagang Cuanki Yang Selalu Bersyukur.

516
Dana, pedagang Cuanki Yang ditemui koran fakta.com di wilayah alun-alun Garut (foto oleh : Indra R)

GARUT, (KF).- Bakso Cuanki. Sekilas kuliner tersebut mirip bakso khas Malang, namun berbeda ketika disantap serta diamati lebih seksama.

Cuanki adalah makanan khas Bandung sejenis bakso lengkap dengan siomay, dan tahu. Dari jaman baheula pedagang cuanki selalu membawa dagangannya dengan pikulan sambil berkeliling. Dia memikul 2 buah kotak berwarna silver.

Salah seorang pedagang yang ditemui koran fakta.com Dana, (50 tahun) Warga kp.sukasari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten garut ini
Salah seorang pedagang Baso Cuanki yang biasa berjualan keliling diwilayah pusat kota Garut.

Diakui dana penghasilan perhari dari jualan bakso Cuanki yang ia jajakan dengan menggunakan rombong tanggung perharinya tidak pernah pasti.

“Alhamdulillah, kalau soal pendapatan cukup tidak cukup mesti dicukupi untuk hidup sehari-hari. Biasanya penghasilan bersih setelah dipotong setoran ke pemilik, ya paling 60 Ribu, itupun kalau habis jualannya,” aku dana saat ditemui di pinggir jalan Ahmad Yani Garut, Jum’at (25/5) malam.

Lanjut dikatakan Dana dirinya sudah hampir 16 Tahun menekuni usaha dengan jualan bakso Cuanki keliling, ” ya kurang lebih 16 tahun lah dari tahun 2002 kang,” ujar ia

Menurut Kang Dana, dia berjualan bakso Cuanki mulai dari jam 1 siang hingga jam 9 malam.

” Paling dari jam 1 siang sampai jam 9 malam, tapi kalau bulan puasa seperti saat ini saya paling mulai jualan dari mulai buka puasa hingga nanti tengah malam,” terang ia.

Namun demikian harapan Dana, untuk mendapat penghasilan lebih dari berjualan bakso Cuanki keliling patut diacungi jempol, karena bagaimanapun dirinya selalu optimis dan selalu memiliki semangat yang tinggi. Apalagi dirinya masih memiliki 4 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah.

“Ya Alhamdulillah, karena sudah biasa berjualan saya selalu optimis, dan berharap setiap hari dagangan saya bisa habis terjual, karna sayapun punya 4 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. Semuanya 7 orang namun yang masih sekolah 4 orang, jadi mau tidak mau saya harus semangat untuk menghidupi keluarga saya,” ucap Dana dengan wajah lelah. (Indra R)

BAGIKAN