Delegasi Jerman dan Palestina Menyukai Kota Tasik

39

Jurnalis : Tono Efendi

TASIKMALAYA, (KF) – Delegasi Jerman dari IHK, negara bagian Saxony, Gerald Wagner, mengatakan, kedatangan ke Kota Tasikmalaya untuk menawarkan pengembangan desain program bordir agar dapat dikembangan bersama.

“Secara spek Kota Tasik unggul namun Jerman lebih unggul dalam home tekstil. Di Jerman juga ada negara bagian Saxony sebagai sentral bordir seperti Kawalu,” terang Gerald Wagner, melalui penerjemahnya, saat mengikuti Tasikmalaya Investment Expo Conference (TIEC) di Balroom Hotel Santika Kota Tasikmalaya, Senin (16/10/2017) siang.

Terkait kerjasama penanganan sampah, Gerald menyebut  masalah sampah sebetulnya masalah klasik sama halnya dengan di Jerman. Bahkan Pihaknya menawarkan program recycle sampah untuk dijadikan produk yang mempunyai nilai ekonomi.

“Saat ini kita masih mencari platform yang saling menguntungkan. Permasalahan sampah memang komplek, aplikasi yang diterapkan di Jerman, tentunya belum bisa di terapkan di Kota Tasik, begitupun sebaliknya. Rencananya akan bertemu dengan Dinas Lingkungan Hidup membahas projek persampahan,” jelas Gerald.

Sementara itu Delegasi Palestina Indonesia Federation Association (PIFA) Abdulrahman Sawayfeh menyebut, alasan Kota Tasikmalaya menjadi parameter sebuah kota yang baik untuk dikunjungi, karena masyarakatnya ramah, kreatif dan begitu hangat.

Melalui penerjamahnya, Abdulrahman menuturkan, persahabatan antara Indonesia-Palestina menjadi jembatan kerjasama berbagai bidang, seperti pertukaran pelajar, pendidikan, agama, olah raga dan kepemudaan, termasuk dengan Kota Tasikmalaya.

“Bisa juga pertukaran kunjungan wisata, turis Indonesia berkunjung ke Palestina dan turis Palestina bisa berkunjung ke sini,” terang Abdulrahman.

BAGIKAN