Demi Peningkatan Kwalitas Pendidikan, Ratusan UPT Pendidikan Se-kabupaten Garut Audensi Ke DPR-RI

85
Ket Foto: Ketua Koordinator Rombongan UPT Pendidikan Se-kabupaten Garut, Cecep Firmansyah yang juga sebagai kepala UPT Pendidikan Kecamatan Bayongbong (foto oleh: Indra R)

Wartawan : Indra R

GARUT, (KF).-Terkait Peraturan Pemerintah pusat melalui Peraturan Mendagri Nomor 12 Tahun 2017 yang mengharuskan pemerintah Kabupaten/Kota mengeliminasi Unit Pelayanan Teknis (UPT).

Para kepala UPT Pendidikan dan Kasubag se-Kabupaten Garut bergabung dengan forum UPTD Pendidikan se-Jawabarat berangkat menuju Jakarta untuk Hearing Nasional atau Audiensi dengan DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Ketua Koordinator Rombongan UPT Pendidikan Se-kabupaten Garut, Cecep Firmansyah yang juga sebagai kepala UPT Pendidikan Kecamatan Bayongbong mengatakan, Keberangkatan kita ini menyusul adanya Peraturan Mendagri Nomor 12 Tahun 2017 yang yang mengharuskan pemerintah Kabupaten/Kota mengeliminasi Unit Pelayanan Teknis (UPT)

” Tujuan kita kesana untuk menegakkan perjuangan peningkatan kwalitas pendidikan, dengan mempertahankan eksistensi atau keberadaan lembaga UPT Pendidikan, jadi kami ingin mengusulkan kepada Kementerian supaya dalam mendukung kwalitas pendidikan harus ada lembaga UPT Pendidikan setingkat Kecamatan dibawah dinas pendidikan yang berfungsi sebagai pengendalian, pembinaan, ataupun kontroling pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan disekolah, terutama pada TK, Kober, SD Maupun SMP” Katanya, saat akan berangkat bersama rombongan UPTD pendidikan se-Kabupaten Garut di jalan otista alun-alun kabupaten Garut, Rabu(29/11) Sekitar pukul 23.30 WIB.

Ket Foto: istimewa

Lanjut dikatakan, Cecep inti dari tuntutan kita tentunya, Peraturan Mendagri Nomor 12 Tahun 2017 yang mengharuskan pemerintah Kabupaten/Kota mengeliminasi Unit Pelayanan Teknis (UPT) tersebut dihapus atau direvisi.

“Insyaallah kita sudah kordinasi dengan semua kabupaten/kota sepakat dan hari ini kita baru Jawabarat dan nanti akan ditindaklanjuti dengan provinsi-provinsi lain, dan untuk kabupaten Garut saat ini peserta yang berangkat kurang lebih 500 orang,” ujar Cecep.

Editor: Van’s

BAGIKAN