DHB Ingin Bertarung Dengan Sehat Untuk Garut Yang Lebih Baik

105

Wartawan : Jay

GARUT, ( KF ) – Meski Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) belum menetapkan calon bupati/wakil bupati yang akan diusung di Pilkada Garut 2018 mendatang. Namun Dedi Hasan Bahtiar (DHB) merasa yakin PDIP akan mengusung dirinya, sebagai satu-satunya kader PDIP yang mendaftar sebagai bakal calon Bupati Garut. ” Saya yakin, karena saya sebagai kadernya. Tapi kalau partai tidak menugaskan saya untuk maju, saya, saya gak apa-apa,” katanya, pasrah.

Untuk memuluskan jalan menuju kursi pencalonan dirinya di Pilkada serentak 2018 nanti, DHB mengaku terus melakukan komunikasi dengan bakal calon (Balon) lainnya dari lintas partai. ” Saya sudah komunikasi dengan Pak Syakur, saya juga sudah komunikasi dengan Pak Ade (Ketua Golkar Garut), dengan Pak Marlan dan yang lainnya, ” ungkapnya, Rabu (15/11).

Sedang untuk penjajagan koalisi partai, DHB intens berkomunikasi dengan Partai Golkar, PKB, Hanura dan Nasdem. Ia mengungkapkan pula bahwa DPP PDIP memberi sinyal kebebasan untuk PDIP Garut menjalin koalisi dengan partai manapun tanpa harus linier dengan koalisi yang dilakukan pusat, atau Jawa Barat. ” Idealnya memang linier, tapi DPP menginstruksikan dalam koalisi itu ada kesepahaman, ada cemistri, dengan siapapun partai koalisinya, ” tuturnya.

Sedangkan ditanya soal tuduhan dirinya sebagai dalang penolakan terhadap rencana Tabligh Akabar Garut yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 November lalu, DHB menyebut tuduhan itu sebagai fitnah keji.” Itu fitnah keji. Seharusnya Ymmat Islam tidak boleh melakukan seperti itu, memfitnah, menuduh orang itu bertolak belakang dengan ajaran Islam. Apalagi tabligh akbar, janganlah dinodai dengan fitnah seperti itu, ” ujarnya.

Terkait tuduhan teraebut, DHB, mengatakan, telah melaporkan pemilik akun facebook ke pihak kepolisian, karena dianggap telah menebar kebencian dan membunuh karakter seseorang. ” Kita sudah melaporkan tiga akun itu ke Polres, karena menebar kebencian. Tapi saya pun membuka pintu maaf, jika yang bersangkutan punya itikad baik untuk minta maaf atas perbuatannya, ” ucapnya.

Anggota DPRD Jawa Barat ini menduga tuduhan tersebut ada kaitannya dengan rencana pencalonannya sebagai Bupati Garut. ” Kalau fitnah itu ada kaitannya dengan kontestasi Pilkada. Saya mengajak semua kontestan untuk bertarung dengan sehat, bersaing dengan baik. Siapapun yang terpilih nanti kita berharap akan menjadikan Garut lebih baik. Karenanya janganlah bersaing dengan cara-cara yang tidak baik, seperti memfitnah calon lainnya,” tegas Dedi.

Dedi Hasan juga menambahkan, keputusan DPP untuk menetapkan seluruh calon dari partai berlambang banteng moncong putih itu, akan dilakukan pada Desember nanti. Ia tidak khawatir dengan partainya yang dikaitkan dengan isue-isue sara. ” Sepanjang nawaetu kita untuk kebaikan, saya tidak takut. Nabi Muhammad saja sampai diludahi dan dilempari dengan batu, dalam menebarkan kebaikannya,” pungkasnya.

Editor : Van

BAGIKAN